Latest Event Updates

FGD Expo 2017

Posted on Updated on

Halo Fabbers!!! Pada hari ini mimin mau nyeritain ke kalian tentang pameran yang baru aja diikuti Fablab Bandung yaitu FGD Expo 2017.

FGD Expo merupakan sebuah pameran yang diorganisir oleh FGDforum. Pameran ini pertma kali diadakan pada tahun 2003 dan merupakan acara 2 tahunan yang selalu dinantikan oleh insan kreatif Indonesia. Di pameran ini ada banyak sekali hal2 berbau kreatif yang bisa kita temui, mulai dari teknologi packaging terkini hingga penghargaan desain grafis Indonesia. Nah pada tahun ini, FGD Expo diadakan pada tanggal 24-27 Agustus di Jakarta Convention Center. download

Image_223e72d
Mural FGD Expo 2017

Fablab Bandung pada pameran ini mengirimkan 3 orang yaitu Bobby yang merupakan crew operasional, Yusuf yang merupakan intern multimedia, dan Marcell yang merupakan volunteer marketing. Mereka datang ke Jakarta pada tanggal 23 Agustus dan kemudian langsung mempersiapkan booth Fablab di JCC.

Processed with VSCO with  preset
First Day!!!

Pada hari pertama pameran, booth Fablab langsung diserbu oleh pengunjung. Mulai dari masyarakat biasa hingga professionals, banyak yang tertarik dengan booth fablab.

Processed with VSCO with  preset
Para Professionals ini tertarik dengan 3D model yang didisplay oleh Fablab
Processed with VSCO with  preset
Ibu ini tertarik dengan hasil laser cutting machine berupa catur akrilik

Namun, yang antusiasmenya paling besar terhadap booth fablab adalah para anak2 berasal dari SMK Grafika Kota Bogor yang datang jauh2 ke Jakarta hanya untuk menghadiri FGD Expo. Mereka tertarik banget sama hasil 3D print yang didisplay di booth Fablab.

Processed with VSCO with  preset
Marcell sedang menjelaskan 3D printing kepada anak2 SMK
Processed with VSCO with  preset
Mereka juga tertarik dengan hasil laser cutting berupa kotak kayu

Pada hari ke 2, pengunjung booth Fablab kebanyakan terdiri dari para Professionals dan juga mahasiswa.

Processed with VSCO with  preset
Crew Fablab, Bobby, sedang menjelaskan 3D printing
Processed with VSCO with  preset
Bapak ini tertarik dengan hasil laser cutting berupa gelang grafir
Processed with VSCO with  preset
Marcell sedang menjelaskan konsep Fablab kepada para mahasiswa

Pada hari ke 3, booth Fablab kedatangan mahasiswa dari universitas swasta di Jakarta. Mereka sangat tertarik dengan Fablab dan berencana untuk mengunjungi Fablab Bandung dalam waktu dekat.

Processed with VSCO with  preset
Para mahasiswi berfoto bersama volunteer Fablab, Marcell
Processed with VSCO with  preset
Marcell yang berfoto dengan mahasiswi lain

Pada hari terakhir, booth fablab masih didatangi oleh pengunjung. Kita juga kedatangan siswa-siswi dari SMA Sampoerna yang berkunjung ke booth fablab untuk lebih mengenali 3D printing.

Processed with VSCO with  preset
Marcell yang sedang menerima pertanyaan mengenai 3D printing
Processed with VSCO with  preset
Intern Fablab, yusuf (pertama dari kiri), berfoto bersama siswa-siswi dari SMA Sampoerna di depan mural FGD Expo 2017

Kehadiran Fablab pada FGD Expo 2017 diharapkan bisa membuat masyarakat lebih mengenali konsep Fabrication Laboratory dan juga mempertahankan semangat kreativitas insan Indonesia.

Advertisements

Volunteer baru, keluarga baru!!!

Posted on

Hola fabbers! Beberapa hari yang lalu kita kedatangan keluarga baru loh,yaitu volunteer angkatan ke 6.  Kami mengadakan open class untuk para volunteer baru, biar para volunteer baru tau apa itu fablab, sejarah awal berdirinya gimana,apa aja yang ada di fablab,pokoknya semua info-info penting tentang fablab deh!

Di open class kemarin juga dikasih tau apa sih volunteer itu? Manfaat jadi vounteer apaan aja?banyak ya tugasnya? dan lain-lain. Pokoknya semua tentang fablab dan ke volunteeran itu semuanya dipaparkan secara jelas dan rinci deh, jadi sebagai volunteer kita ga kebingungan kl ditanya orang “emang fablab itu apaan?” Di fablab bisa ngapain aja?” masa volunteer gatau,kan bahaya tuh.

Nah biar lebih jelasnya kita jelasin deh isi kegiatan kemarin apa aja.

 

 

Hari sabtu tgl 29 juli kemarin,tepatnya pukul 10.00 wib di fablab bandung diadain open class buat anggota volunteer angkatan ke 6. Sekitar 85% anggota hadir sedangkan yang lainnya sedang berhalangan. Meskipun begitu acara tetap berjalan sesuai dengan rundown yang yang sudah ditetapkan. Acara dimulai dengan perkenalan para anggota volunteer senior dan crew fablab,lalu perkenalan dengan sesama volunteer baru diadakan dengan menggunakan games “siapa dia?” . Di games tersebut kita harus menghafal nama anggota beserta hobi uniknya,dari anggota pertama sampai anggota terakhir, contohnya “nama saya sabe hobi saya makan ga dikunyah”. Semua anggota harus hapal semuanya,dan itu membuat kita lebih cepat akrab.

Setelah games perkenalan selesai dan kita sudah saling kenal acara dilanjutkan dengan presentasi tentang fablab yang dijelaskan secara lengkap dan jelas oleh ka marcell,koordinator divisi marketing. Semua anggota tampak serius merhatiin presentasi,setelah presentasi selesai ada sesi tanya jawab,tapi semua anggota diem,antara diem udah paham atau diem gara” masih bingung. Tapi setelah beberapa anggota ada yang nanya dan dijelasin lagi,baru deh semuanya bener-bener paham.

 

 

Nahh biar suasana ga tegang-tegang banget karena sesi tanya jawab,akhirnya diadain games lagi nih yaitu games “komunigambar”,hampir sama kayak komunikata tapi ini pake gambar gitu. Jadi di games ini anggota volunteer akan dibagi jadi 2 kelompok,yaitu kelompok 1 dan 2. Nantinya anggota volunteer ini disuruh baris sesuai kelompoknya,terus menghadap ke belakang,ga boleh nengok-nengok,soalnya orang yang paling belakang bakalan dikasih tulisan 1-2 kata sama kakaknya terus dia harus bikin gambar sesuai sama tulisannya. Nah nanti gambar yang dia buat akan dioper ke orang yg didepannya,dan orang yang didepannya itu harus nebak itu gambar apa dan dibuat ulang versi dianya,dan cuma dikasih waktu 10 detik buat mikir dan gambar,hedehh,terus diulang ke orang berikutnya sampai ke orang terakhir dibarisan,dia ga perlu gambar cuma harus nebak aja itu gambar apa. Dan itu seru banget,beneran. Waktu di babak terakhir games, kata dari kakaknya itu “buaya buntung” tapi pas gambar sampai ke orang terakhir malah jadi “anak ayam”, kurang jauh apa coba buaya berevolusi jadi anak ayam?sungguh anggota volunteer angkatan 6 ini seniman-seniman yang berbakat sekali hahaha :”) . Dan kali ini skornya seri,ga ada yang menang, karena emang gaada yang berhasil nebak satu pun wkwk.

Abis seru-seruan di games, kita lanjut acaranya ke presentasi lagi tapi presentasi tentang ke volunteeran yang di jelasin oleh ka Al, manajer fablab. Weitss jangan tegang, walaupun manajer, doi ini orangnya asik banget loh, kita dijelasin tentang apa itu ke volunteeran secara jelas dan santai, setelah presentasi selesai lanjut ke sesi tanya-jawab,satu-satu anggota volunteer ditanya “kamu kenapa mau jadi volunteer?” Yaa kebanyakan sih jawabnya “pengen nambah pengetahuan ka,mau ngisi waktu luang ka biar bermanfaat,nyari jodoh ka! Eh nyari temen,nambah pengalaman juga ka” dan lain-lain. Padahal keuntungan dari menjadi volunteer tuh masih ada banyak loh,dan semua itu dijelasin sama ka al sampe kita mangap-mangap,mangap gara-gara ga ngerti? Yaa engga lah, maksudnya karena saking banyak keuntungannya jadi tertakjub-takjub gitu ceritanya *oke ini lebay*siap revisi ka.

 

Muka-muka anggota udah mulai kusut lagi,mungkin di sesi tanya jawab tadi ada yang ditanyain soal jodoh, nahh saat nya games lagi! Kok open class maen games mulu sih?open games kali ini mah. Yehh biar ga tegang,makanya dibawa hepi-hepi aja. Games kali ini adalah games “komuni gerak” ,games ini ga pake gambar tapi kita yang harus gerak meragain tulisan yang dikasih kakaknya. Masih dengan kelompok yang sama,salah satu anggotanya dipilih buat meragain kata-kata dari kakaknya,sedangkan yang lain harus nebak gerakannya. Gamesnya masih terbilang gampang soalnya kata-kata yang dikasih ga ribet kayak “rumah sakit” atau cuma “lebah”. Coba kalo kakaknya ngasih kalimat “buaya berjemur di rawa-rawa lalu berkelahi dengan suku viking demi memperebutkan persib”, bisa guling-guling dilantai tuh anak yang meragain wkwkk. Nah digames ini hasilnya seri, karena semuanya betul jawabnya,tapi karena sama-sama betul semua jadi   gaada yang dapet hadiah.

Setelah capek main games, semua anggota volunteer baru dikasih kertas buat ngisi feedback serta kesan dan pesan tentang acara open class hari ini, ternyata yang mereka isi bukan cuma kesan pesan, tapi ada yang malah curhat panjang lebar gara-gara belum sarapan.

 

Abis numpang curhat di kertas kesan pesan,semua anggota volunteer, yang baru dan yang lama serta crew-crew fablab berfoto bersama. Sekedar info,sesi foto di fablab tuh penting banget loh, walaupun udah pada bubar tapi belum foto,itu pasti bakalan dikumpulin lagi buat foto bersama,keren. Nahh setelah foto-foto,acara yang paling ditunggu tiba juga,ishoma!! Kita disediain makanan ringan loh,lumayan buat bikin perut geli-geli dan muka pucat karena belum sarapan bisa bersinar kembali *oke ka ini lebay lagi*

Ishoma berlangsung selama satu jam,tepat pukul 2 siang semua anggota volunteer berkumpul lagi dan lanjut games lagi biar makanan tadi siang cepat dicernanya. Games yang ketiga ini namanya “teka teki sulit”. Sama kayak teka teki silang biasa,ada yang mendatar dan menurun,cuma yang bikin beda adalah jawabannya yang rada diluar dugaan. Contoh nih ” sapi kambing kerbau sama-sama kalo makan…” yaa semua juga tau kan ya kalo mereka makannya rumput,tapi ternyata jawabannya “nambah”. Oke siap,sesuai judulnya ini teka teki sulit. Tapi ternyata di games ini kelompok 1 menang karena berhasil menjawab 2 pertanyaan dan mereka bakalan dapet hadiah (tapi nyusul wkwkk)

 

Abis hepi menang di games tadi,ternyata masih ada sesi lagi nih yaitu “meet and greet with founder”,seketika pada tegang semua mukanya wkwkk. Yaiyalah tegang,ketemu foundernya fablab bandung oii. Tapi ternyata ga perlu tegang,karena Pak Hengki dan Pak King selaku founder dari fablab bandung ini ternyata orangnya ramah banget,kita dipanggil namanya buat perkenalan terus ditanya tau fablab dari mana, setelah itu dijelasin secara rinci awal mula mereka bikin fablab bandung ini, dan sebagainya. Mereka ngomongnya santai banget,ga berasa kalo mereka ini founder loh tapi jadi kayak temen buat saling sharing, pokoknya keren deh.

Nah setelah sesi meet and greet bareng founder,acara selanjutnya adalah break sebentar buat ngerileksin badan gara-gara duduk kelamaan. Badan udah santai,kita lanjut ke kumpul bareng divisi masing-masing buat ngomongin tugas dan kewajiban perdivisi,oiya dan sekalian atur jadwal hadir ke fablab. Volunteer emang orang yang suka rela buat ngebantu tapi jangan lupa,volunteer di fablab harus jadi volunteer yang bertanggung jawab sama komitmen yang udah dibuatnya,salah satunya ada dengan hadir 2x seminggu. Jadwal fleksibel asal jangan tiba-tiba ngilang kayak ditelen bumi.

 

Setelah kumpul perdivisi selesai maka acara open class pada tgl 29 juli ini selesai juga. Sampai jumpa diminggu depan saat para volunteer baru ini mulai bertugas, dan jangan lupa gabung bersama fablab yaa biar bisa jadi keluarga baru juga.

Nos vemos fabbers!

 

 

 

 

Workshop Arduino #1 dan Open Class Member Perancis

Posted on Updated on

Teknologi pastinya sangat mempengaruhi kualitas hidup manusia. Teknologi mempermudah dan menjawab kebutuhan hidup manusia. Perkembangan teknologi yang marak saat ini adalah bagaimana suatu produk dapat menghasilkan keluaran yang sesuai dan spesifik dengan kebutuhan penggunanya. Dengan demikian ada tuntutan bagi para pembuat produk untuk meningkatkan kualitasnya guna menjawab hal tersebut. Mereka perlu mempertimbangkan desain yang human-centered dengan meningkatkan kapabilitas produk dalam berinteraksi dengan manusia.

FabLab perlu menyesuaikan diri dan memiliki pengetahuan untuk membuat produk yang dapat berinteraksi dengan manusia dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi yang ada. Dengan pengetahuan yang matang, maka pengaplikasian pengetahuan tersebut dapat dilakukan untuk membuat produk-produk cerdas guna memenuhi kebutuhan penggunanya. Salah satu perangkat yang dapat digunakan dalam memperkaya fitur produk adalah Arduino.

Nah, tanggal 22 April lalu, FabLab baru saja mengadakan workshop khusus membahas Arduino. Sebenarnya apa sih Arduino itu? Arduino merupakan sebuah perangkat papan sirkuit yang dapat digunakan untuk pemrograman dan prototyping. Perangkat ini diprogram menggunakan bahasa pemograman Arduino, yang syntax nya sendiri mirip dengan bahasa pemrograman C. Pemrograman dapat dilakukan dengan mudah menggunakan kabel USB dan menghubungkannya ke komputer. Program yang telah dibuat pada komputer kemudian dapat disimpan dalam perangkat Arduino untuk dieksekusi. Perangkat dan software pemrograman Arduino (Arduino IDE) ini bersifat open-source, sehingga penggunaan Arduino dapat diakses oleh banyak orang yang memungkinkan mereka untuk berbagi dengan mudah satu sama lain.

Software dan Hardware Arduino memang dirancang untuk para desainer, seniman, makers dan bahkan para pemula maupun siapa saja yang memiliki ketertarikan untuk menciptakan objek dan lingkungan yang interaktif. Arduino dapat berinteraksi dengan tombol, LED, motor, speaker, GPS kamera, internet, bahkan smartphone dan TV.

Workshop kali ini dibantu oleh Inorobo Robotics School dengan pinjaman Arduino-nya, dan dipandu oleh divisi operasional. Volunteer yang menyampaikan materi yaitu Valda dan Aldy dari angkatan 5. Dalam workshop, pertama-tama disampaikan tentang pengetahuan dasar Arduino dan kebutuhan penggunaan Arduino. Penjelasan software dan hardware yang digunakan dan cara melakukan setting. Setelah itu, penjelasan teori dan pengaplikasiannya, dan terakhir sebagai penutup, peserta mereview materi yang telah disampaikan.

Seperti apa pengaplikasian arduino dalam desain produk? Berikut ini contoh produk yang menggunakan Arduino:

Moistly adalah sebuah perangkat yang dapat mengingatkan penggunanya untuk menyiram tanaman. Perangkat ini akan mendeteksi keadaan tanah. Ketika tanah dalam keadaan kering, lampu pada moistly akan berkedip dan perangkat akan mengeluarkan suara.

 

 

touch board
Touch Board

Touch Board merupakan suatu perangkat yang dapat digunakan untuk merubah lingkungan sekitar kita menjadi sensor. Touch Board dilengkapi dengan MP3 player untuk menghasilkan suara, maupun dilengkapi dengan modul lain untuk menggerakkan motor dan lain sebagainya.

Tujuan dari pelatihan mengenai Arduino ini, peserta diharapkan mampu melakukan pemrograman dasar menggunakan Arduino. Peserta juga diharapkan mampu mengaplikasikan pemrograman ke perangkat Arduino, dan merangsang ide-ide pengaplikasian Arduino dalam pengembangan desain produk.

Seru kan?

Pelatihan ini rencananya akan diadakan secara berkelanjutan. Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Inorobo Robotics School yang telah meminjamkan perangkat Arduino-nya di Workshop ini. Pelatihan selanjutnya akan diadakan tanggal 6 Mei ini. Untuk saat ini peserta hanya terbatas untuk internal komunitas FabLab saja. Tapi tidak menutup kemungkinan akan dibuka untuk umum. Tunggu aja tanggal mainnya yaa!

Oh iya, di workshop kemarin FabLab juga kedatangan tamu jauh lagi nih. Tamu kali ini adalah Adrean yang asalnya dari Perancis. Adrean adalah product designer, katanya dia lagi bikin project bareng komunitas maker yang ada di Bandung dan pengen coba bikin prototype di FabLab. Adrean sudah dua kali berkunjung ke FabLab. pertemuan pertama dia baru lihat-lihat dan tanya-tanya tentang FabLab. Dan pertemuan kedua ini, dia bergabung menjadi member FabLab sekaligus langsung ikut open class pengoperasian alat yang ada di FabLab.

Selama open class Adrean di temani oleh Mbak Fikih dan Andya. Awalnya Mbak Fikih menjelaskan software mesin laser  dan menjelaskan cara kerjanya. Kemudian Andya memberikan arahan tentang software 3D printer dan pengoperasiannya. Nih dokumentasinya.

Kunjungan NextFab Philadelphia

Posted on Updated on

Fabbers! Tahu gak?! Minggu kemarin Jum’at tanggal 23 Maret 2017 FabLab Bandung kedatangan tamu jauh loh! Nih…

P3237595
Mas Al menyambut kedatangan Mr. Joseph dari NextFab Philadelphia.

FabLab kedatangan Direktur NextFab Foundation dari Philadelphia US. Namanya Mr. Joseph Katter dan asistennya Mbak Vera. Sebelumnya nih, temen-temen tahu gak sih apa itu Next Fab? Nah, NextFab itu sama seperti FabLab, adalah laboratorium fabrikasi yang merupakan the next level-nya dari FabLab. Jadi ceritanya, NextFab menemukan celah baru yang bisa dikembangkan dari komunitas FabLab. Salah satunya, NextFab akan melakukan proyek kolaborasi dengan komunitas FabLab. Maka dari itu, NextFab datang berkunjung untuk melihat kondisi FabLab yang ada.

Ngapain aja sih Mr. Joseph selama berkunjung ke FabLab?

Mr. Joseph sampai di FabLab pukul 12.30 dan langsung disambut oleh Mas Al, crew dan volunteer FabLab lainnya. Pertama, pihak FabLab menjelaskan tentang FabLab Bandung yang dipresentasikan oleh Ambar. Ambar ngejelasin asal mula FabLab Bandung, apa aja programnya, dan apa aja yang sudah dibuat. Ditengah-tengah presentasi, Mr. Joseph sangat mengapresiasi program-program yang sudah FabLab Bandung bikin, terutama program Goes to School dan Goes to Campus. Selain itu dia ngasih masukan juga nih. Katanya, FabLab bisa mengadakan kerjasama dengan kampus-kampus agar memfasilitasi mahasiswanya untuk membuat karya di FabLab. Jadi FabLab bisa lebih dikenal dan makin banyak yang membuat sesuatu di FabLab.

Setelah sesi presentasi dan sharing, Mr. Joseph diajak jalan-jalan ke setiap sudut FabLab. Kali ini Mr. Joseph ditemenin sama Andya volunteer divisi operasional. Oh ya, kata Andya, selama ngobrol-ngobrol, Mr. Joseph ini orangnya humoris dan sangat terbuka loh.

Gak lama setelah jalan-jalan sama Andya, founder kita, Pak Hengky dan Pak King dateng nih. Akhirnya mereka berbincang-bincang dan Mr. Joseph diajak lagi untuk liat-liat workshop-nya Gusto.

Wah jadi gak sabar ya, kira-kira proyek dan kolaborasi apa yang bakal dibuat. Tunggu kabar selanjutnya ya Fabbers!!!

P3237669
Foto bersama, kayak biasa..

Pelatihan jBatik Kolaborasi Batik Fractal & FabLab Bandung

Posted on

Hai Fabbers! Sabtu tanggal 18 Maret kemarin FabLab dan Batik Fractal ngadain pelatihan jBatik nih. Dan syukur, acaranya berjalan dengan lancar. Meskipun pesertanya gak membludak, tapi pelatihan ini tetep berlangsung menyenangkan kok. Kalo Fabbers bingung, sebenarnya apa sih jBatik ini nih mimin kasih tahu. jBatik itu, software buatan Batik Fractal untuk bikin motif batik secara digital. Nah, di workshop kali ini, hasil desain motif batiknya diaplikasikan ke bahan kulit menggunakan mesin laser yang ada di FabLab. Kayak gimana keseruannya, yuk disimak!

Pelatihan dimulai jam 10.00. Peserta yang ikut pelatihan ada enam orang, termasuk dua dari FabLab. Acara dibuka oleh Ambar sebagai perwakilan dari FabLab. Ambar ngejelasin sekilah tentang FabLab, biar peserta yang belum tahu, seenggaknya bisa kenal sama FabLab. Soalnya ada peserta yang udah dateng jauh-jauh nih dari Jakarta. Setelah Ambar membuka acara dan ngasih penjelasan, pelatihan langsung diserahkan ke Pak Lukman selaku trainer dari Batik Fractal.

Pelatihan ini ada dua sesi. Sesi pertama, pelatihannya berupa materi pengenalan software jBatik, mulai dari cara menginstall, ada tools apa aja, sampai tutorial cara membuat motifnya. Setelah itu para peserta dipersilakan bikin motif sendiri. Di sesi kedua, baru deh ngelaser motif yang udah jadi yang diaplikasiin ke totebag. Tapi sebelumnya, para peserta juga dikasih tahu cara kerja mesin lasernya, dari setting file sampe bisa langsung di laser.

Dan ini hasil laser motif batiknya..

Ada testimoni juga nih dari para peserta tentang workshop kali ini. Apa ya kata mereka?

“Sebenarnya saya sudah mengenal cukup lama batik fractal dan jBatik ini. Menurut saya jbatik sangat mempermudah pekerjaan saya sebagai designer.”

Itu kata Mbak Maretha, Creative Director yang punya brand fashionnya sendiri. Kata Mbak Maretha, dia juga cukup seneng berada di FabLab karena volunteernya ramah-ramah, hehe.

Selain Mbak Maretha, ada juga Pak Diki, dosen sekaligus desainer grafis. Dia bilang, dengan adanya software jBatik ini, bikin desain motif batik jadi lebih gampang ketimbang harus pakai corel draw.

“Keren ya, canggih. Kalo saya gak salah, ini juga buatan Indonesia. Tadi juga kita sudah belajar, saya juga jadi makin tahu, ya itu sangat canggih banget.”

Pak Wahyu juga bilang, FabLab tempat yang asyik dan cocok banget nih buat diramein sama anak-anak muda.

“Fablab tempat yang asyik, buat anak muda.  Ini ada 3D printing, ada laser cutting, sekarang ada batik, menurut saya makin bermanfaat. Jadi anak muda daripada ke café, mending kesini. Nambah ilmu, nambah pengalaman, nambah keterampilan.”

Pak Diki merasa dapet banyak manfaat dari adanya software jbatik ini. Karena dari dulu ia sangat berminat untuk mempelajari batik dan kebetulan sudah ada teknologi yang mempermudah untuk membuat motif batik sendiri jadi dia merasa terbantu dengan adanya jbatik. Berbeda dengan mendesain di corel, jbatik sangat mudah untuk digunakan, karena sudah ada template motif yang dapat dimodifikasi sendiri.

Tuh, seru gak? Seru kaaan..

Oh iya, FabLab dan Batik Fractal bakal ngadain workshop yang sama lagi nih tanggal 29 April nanti. Jadi kalo ada yang mau ikutan buruan, udah bisa mulai daftar dari sekarang. Tempatnya terbatas loh, cuma untuk 20 orang. Ada diskon dan cashback juga buat pelajar. Info lengkapnya ada di poster.

Poster Batik Fractal 29 April-rev5-01
Workshop FabLab & Batik Fractal selanjutnya.

Yak itu dia cerita pelatihan jBatiknya. Sampai jumpa di workshop selanjutnya yaaa. Seperti biasa nih, waktunya foto-foto..

Open Class Mesin Laser dan 3D Printer Volunteer Angkatan 5

Posted on Updated on

Hallo! Hallo! Fabbers, para volunteer angkatan 5 sekarang udah masuk ke open class mesin-mesin yang ada di FabLab nih. Sebagai volunteer, harus tahu dong gimana cara mengoprasikan mesin laser dan 3D printernya. Nah kita bakal ceritain satu-satu, ada apa aja di open class volunteer angkatan 5 kali ini. Langsung aja, yuk!

Open class pertama, hari Sabtu 4 Maret 2017, para volunteer bakal dijelasin cara kerja mesin laser. Sebelumnya kita udah dikasih tahu koordinator masing-masing untuk nyiapin satu desain yang bakal dipraktekan nanti.

Persiapan open class dimulai jam setengah 9, dan rencananya nih bakal mulai jam 9. Tapi ya, karena ada beberapa volunteer yang masih tersendat di rumah dan di perjalanan, jadi open class kali ini baru bisa dimulai sekitar jam 10. Hehehe..

Volunteer yang hadir ada 13 orang. Walaupun gak semua volunteer angkatan 5 bisa dateng, tapi open class tetap berjalan. Setelah kelas dibuka oleh Mas Al, pertama-tama gak langsung praktek dong. Karena kita juga perlu menyimak dulu arahan dan penjelasan tentang mesin laser, supaya lebih ngerti dan aman pas menggunakannya, ya nggak? Penjelasan mesin laser ini disampaikan oleh Mbak Fikih sebagai koordinator divisi operasional. Mbak Fikih ngejelasin part-part yang ada di mesin laser, material apa aja yang bisa dipakai, ukuran maksimal yang bisa di cut dan sebagainya. Gak lupa juga, Mbak Fikih ngingetin masalah keselamatan atau ke-safety-an (halah maksa). Karena ya kita tahu sendiri, kayu aja bisa dipotong pake mesin laser, kalo gak hati-hati ntar malah tangan kita yang ke laser, sereeeemm.

P3046813
Mbak Fikih, koordinator divisi operasional, lagi ngejelasin materi tentang mesin laser

Yak! Setelah Mbak Fikih ngejelasin semua-muanya, langsung pindah ke mesin lasernya. Dimesin laser, ada Kang Triyan yang udah stand by untuk mendemokan cara kerja mesin laser. Langkah awalnya adalah penjelasan ada tombol apa aja di mesin laser dan gimana cara menghidupkan mesinnya. Setelah mesin berhasil dinyalain, Kang Triyan ngejelasin penggunaan software-nya, apa aja setingannya dan gimana cara ngatur setingannya. Setingan ini juga gak sembarang seting, harus disesuaikan dengan jenis bahan dan pertimbangan hasil yang kita pengen nantinya. Dan tenang aja, catetan riset setingannya sebagian udah ada kok, jadi gak butuh waktu lama buat mikir.

Nah, tiba deh waktunya kita nyobain sendiri mengoprasikan mesin laser. Satu persatu volunteer yang ada praktek sendiri dengan desain yang udah disiapin masing-masing.

Dan ini nih hasil laser cut kita.

Itu tadi open class pertama tentang mesin laser, sekarang kita lanjut ke cerita open class mesin 3D. Open class yang kedua ini berlangsung tanggal 11 Maret 2017. Seperti biasa, sebelum mulai, siap-siapin alat dulu dong. Proyektor, laptop, kamera, komputer, kursi-kursi, dan yang pasti mesin 3D nya udah harus disiapin dulu. Kalo semuanya udah siap, tinggal nunggu pesertanya deh.

Sama kayak open class minggu sebelumnya, kelas 3D printer mulai sekitar jam 10 dan volunteer yang dateng ada 13 orang. Yang bakal ngejelasin tentang 3D printer yaitu Adit koordinator volunteer divisi operasional angkatan 2. Adit ini yang pernah di training langsung oleh trainer yang emang ahlinya masalah 3D printer ini. Makanya, sekarang giliran Adit yang membagikan ilmu dan pengalamannya ke para volunteer baru.

Seperti biasa, acara dibuka oleh Mas Al. Gak jauh beda prosesnya sama kelas mesin laser yang lalu, awalnya kita harus tahu dulu apa itu 3D printer, kegunaannya apa, bagian-bagiannya, bisa bikin apa aja, bahan apa aja yang bisa dipake, sampe ke software-nya. Dan untuk kali ini Adit yang bakal ngejelasin semuanya.

Pasti udah banyak yang tahu dong ya, mesin 3D printer ini kegunaannya untuk apa. Ternyata sekarang, 3D printer gak cuma dipake buat bikin prototype untuk keperluan industri aja loh. Di luar negeri masyarakat umum pun punya 3D printer ini untuk keperluan pribadi dan kebutuhan sehari-hari. Misalnya, untuk bikin gagang pintu yang rusak, mereka gak perlu repot beli yang baru, tinggal bikin sendiri di rumah. Selain itu mereka juga memanfaatkan 3D printer sebagai alat edukasi ke anak-anaknya. Keren ya..

P3117127
Para koor yang baik, nyiapin makanan buat anak-anaknya

Setelah Adit selesai presentasi, sekarang waktunya mendemokan cara kerja mesin 3D. Penjelasannya mulai dari cara nyalain printer sampe cara masang bahan plastiknya. Desain 3D yang sudah dibuat, sebelumnya harus diset ukuran dan yang lainnya di software. Software yang dipake FabLab yaitu Cura. Software 3D lainnya juga bisa, kayak 3DS Max, AutoCad, 2Brush, atau Sketch Up, asal format penyimpanannya STL.

Sehabis demo, kita semua gantian nyoba bikin satu prototype. Dan ini hasilnya.

Untuk bikin satu print waktu yang dihabiskan beda-beda, tergantung dari ukuran dan setingan yang kita mau. Karena rata-rata volunteer yang praktek menghabiskan waktu 20-30 menit, dan karena keterbatasan waktu juga, jadi open class kali ini gak semua kebagian untuk nyoba bikin prototype nya. Ya gak apa-apa lah ya, seenggaknya udah tahu nih step by step nya, dan bisa dipraktekin di lain kesempatan.

Yak, itu tadi cerita open class volunteer angkatan 5 tahun ini. Semoga ilmu yang udah dibagi berguna buat para volunteer dan lebih semangat berkarya menyelasaikan proyek-proyeknya. Semangaaaatt!!!. Dan seperti biasa nih, sehabis ada aktivitas apapun kita semua musti foto-foto, hehe..

FabLab GTS #3 SMKN 6 Bandung

Posted on Updated on

Hola Fabbers! Sebelumnya FabLab Goes To School udah ngedatengin SMKN 15 Bandung, nih fotonya..

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

 

GTS kali ini FabLab main ke SMKN 6 Bandung nih. Gak kalah sama sekolah-sekolah sebelumnya nih, temen-temen SMKN 6 juga antusias menyambut kedatangan kami. Kayak gimana ceritanya? Ini dia..

Dari jam 5.30 pagi kami, para volunteer dan crew udah siap-siap di FabLab, mempersiapkan semua keperluan presentasi. Mulai dari bahan materi yang bakal disampaikan, display karya, sampe alat-alat kebutuhan dokumentasi nih yang paling penting, hehe.. Setelah semunya lengkap, kami berangkat deh menuju SMKN 6 di Jl. Soekarno Hatta (Riung Bandung).

Ya, namanya juga jalanan pagi-pagi, gak bakal gak macet, apalagi weekday kayak gini. Perjalanan sedikit tersendat, tapi untungnya kami sampai tepat waktu. Kami sampai di lokasi sekitar pukul 7.30. Walaupun telat 30 menit dari yang udah dijadwalkan, untungnya lagi, temen-temen SMKN 6 ada apel pagi dulu, jadi kami masih punya waktu buat siap-siap.

Setelah peralatan selesai di-set, kami langsung memulai acara. Yang dibuka oleh Pak Deden, selaku Wakasek SMKN 6 Bandung. Selanjutnya, Mas Al sebagai manajer FabLab ngasih sedikit sambutan dan menjelaskan sekilas tentang FabLab. Nah penjelasan lengkapnya, baru bakal dijelasin sama Ambar, koordinator volunteer divisi Marketing.

Ambar ngejelasin dari awal sampe akhir tentang apa itu FabLab. Mulai dari siapa pendirinya, apa aja yang ada di FabLab, apa aja kegiatannya, gimana caranya jadi volunteer, dan gimana caranya jadi member. Selain penjelasan dari Ambar, FabLab juga menayangkan beberapa video untuk memberikan informasi yang lebih lengkap lagi tentang FabLab ke temen-temen SMKN 6.

Nah, kebetulan kali ini FabLab lagi ngadain kerja sama dengan Batik Fractal untuk bikin workshop membuat batik dengan cara digital. Jadi Pak Lucky sebagai founder dari Batik Fractal ikut ngasih presentasi seputar pembuatan batik secara digital dan seputar workshop yang bakal diadain di FabLab.

Setelah presentasi dari Batik Fractal, dibuka sesi tanya jawab seputar FabLab. Ada lima orang nih yang nanya, dan hampir semua pertanyaan yang diajukan seputar kevolunteeran. Wah kayaknya pada tertarik nih pengen jadi volunteer.

Semua pertanyaan sudah terjawab, sampe ke sesi terakhir yang paling disukain, yaitu foto-foto, ehehehe. Semua volunteer dan crew FabLab juga Pak Lucky berfoto bersama dengan kurang lebih 500 temen-temen SMKN 6 Bandung. Udah foto-foto, waktunya liat-liat display hasil karya yang udah dibikin oleh FabLab. Banyak yang tertarik nih kayanya. Selain lihat-lihat, mereka juga sekalian nanya-nanya lebih detail lagi tentang proses pembuatannya. Seru, kan!?

Yak karena temen-temen SMKN 6 harus masuk kelas, akhirnya semuanya bubar. Dan acara Goes To School kali ini berakhir sekitar jam 09.30 dan ditutup, lagi-lagi dengan foto-foto semua volunteer yang dateng 🙂

s_5682903733974