Month: March 2017

Kunjungan NextFab Philadelphia

Posted on Updated on

Fabbers! Tahu gak?! Minggu kemarin Jum’at tanggal 23 Maret 2017 FabLab Bandung kedatangan tamu jauh loh! Nih…

P3237595
Mas Al menyambut kedatangan Mr. Joseph dari NextFab Philadelphia.

FabLab kedatangan Direktur NextFab Foundation dari Philadelphia US. Namanya Mr. Joseph Katter dan asistennya Mbak Vera. Sebelumnya nih, temen-temen tahu gak sih apa itu Next Fab? Nah, NextFab itu sama seperti FabLab, adalah laboratorium fabrikasi yang merupakan the next level-nya dari FabLab. Jadi ceritanya, NextFab menemukan celah baru yang bisa dikembangkan dari komunitas FabLab. Salah satunya, NextFab akan melakukan proyek kolaborasi dengan komunitas FabLab. Maka dari itu, NextFab datang berkunjung untuk melihat kondisi FabLab yang ada.

Ngapain aja sih Mr. Joseph selama berkunjung ke FabLab?

Mr. Joseph sampai di FabLab pukul 12.30 dan langsung disambut oleh Mas Al, crew dan volunteer FabLab lainnya. Pertama, pihak FabLab menjelaskan tentang FabLab Bandung yang dipresentasikan oleh Ambar. Ambar ngejelasin asal mula FabLab Bandung, apa aja programnya, dan apa aja yang sudah dibuat. Ditengah-tengah presentasi, Mr. Joseph sangat mengapresiasi program-program yang sudah FabLab Bandung bikin, terutama program Goes to School dan Goes to Campus. Selain itu dia ngasih masukan juga nih. Katanya, FabLab bisa mengadakan kerjasama dengan kampus-kampus agar memfasilitasi mahasiswanya untuk membuat karya di FabLab. Jadi FabLab bisa lebih dikenal dan makin banyak yang membuat sesuatu di FabLab.

Setelah sesi presentasi dan sharing, Mr. Joseph diajak jalan-jalan ke setiap sudut FabLab. Kali ini Mr. Joseph ditemenin sama Andya volunteer divisi operasional. Oh ya, kata Andya, selama ngobrol-ngobrol, Mr. Joseph ini orangnya humoris dan sangat terbuka loh.

Gak lama setelah jalan-jalan sama Andya, founder kita, Pak Hengky dan Pak King dateng nih. Akhirnya mereka berbincang-bincang dan Mr. Joseph diajak lagi untuk liat-liat workshop-nya Gusto.

Wah jadi gak sabar ya, kira-kira proyek dan kolaborasi apa yang bakal dibuat. Tunggu kabar selanjutnya ya Fabbers!!!

P3237669
Foto bersama, kayak biasa..
Advertisements

Pelatihan jBatik Kolaborasi Batik Fractal & FabLab Bandung

Posted on

Hai Fabbers! Sabtu tanggal 18 Maret kemarin FabLab dan Batik Fractal ngadain pelatihan jBatik nih. Dan syukur, acaranya berjalan dengan lancar. Meskipun pesertanya gak membludak, tapi pelatihan ini tetep berlangsung menyenangkan kok. Kalo Fabbers bingung, sebenarnya apa sih jBatik ini nih mimin kasih tahu. jBatik itu, software buatan Batik Fractal untuk bikin motif batik secara digital. Nah, di workshop kali ini, hasil desain motif batiknya diaplikasikan ke bahan kulit menggunakan mesin laser yang ada di FabLab. Kayak gimana keseruannya, yuk disimak!

Pelatihan dimulai jam 10.00. Peserta yang ikut pelatihan ada enam orang, termasuk dua dari FabLab. Acara dibuka oleh Ambar sebagai perwakilan dari FabLab. Ambar ngejelasin sekilah tentang FabLab, biar peserta yang belum tahu, seenggaknya bisa kenal sama FabLab. Soalnya ada peserta yang udah dateng jauh-jauh nih dari Jakarta. Setelah Ambar membuka acara dan ngasih penjelasan, pelatihan langsung diserahkan ke Pak Lukman selaku trainer dari Batik Fractal.

Pelatihan ini ada dua sesi. Sesi pertama, pelatihannya berupa materi pengenalan software jBatik, mulai dari cara menginstall, ada tools apa aja, sampai tutorial cara membuat motifnya. Setelah itu para peserta dipersilakan bikin motif sendiri. Di sesi kedua, baru deh ngelaser motif yang udah jadi yang diaplikasiin ke totebag. Tapi sebelumnya, para peserta juga dikasih tahu cara kerja mesin lasernya, dari setting file sampe bisa langsung di laser.

Dan ini hasil laser motif batiknya..

Ada testimoni juga nih dari para peserta tentang workshop kali ini. Apa ya kata mereka?

“Sebenarnya saya sudah mengenal cukup lama batik fractal dan jBatik ini. Menurut saya jbatik sangat mempermudah pekerjaan saya sebagai designer.”

Itu kata Mbak Maretha, Creative Director yang punya brand fashionnya sendiri. Kata Mbak Maretha, dia juga cukup seneng berada di FabLab karena volunteernya ramah-ramah, hehe.

Selain Mbak Maretha, ada juga Pak Diki, dosen sekaligus desainer grafis. Dia bilang, dengan adanya software jBatik ini, bikin desain motif batik jadi lebih gampang ketimbang harus pakai corel draw.

“Keren ya, canggih. Kalo saya gak salah, ini juga buatan Indonesia. Tadi juga kita sudah belajar, saya juga jadi makin tahu, ya itu sangat canggih banget.”

Pak Wahyu juga bilang, FabLab tempat yang asyik dan cocok banget nih buat diramein sama anak-anak muda.

“Fablab tempat yang asyik, buat anak muda.  Ini ada 3D printing, ada laser cutting, sekarang ada batik, menurut saya makin bermanfaat. Jadi anak muda daripada ke café, mending kesini. Nambah ilmu, nambah pengalaman, nambah keterampilan.”

Pak Diki merasa dapet banyak manfaat dari adanya software jbatik ini. Karena dari dulu ia sangat berminat untuk mempelajari batik dan kebetulan sudah ada teknologi yang mempermudah untuk membuat motif batik sendiri jadi dia merasa terbantu dengan adanya jbatik. Berbeda dengan mendesain di corel, jbatik sangat mudah untuk digunakan, karena sudah ada template motif yang dapat dimodifikasi sendiri.

Tuh, seru gak? Seru kaaan..

Oh iya, FabLab dan Batik Fractal bakal ngadain workshop yang sama lagi nih tanggal 29 April nanti. Jadi kalo ada yang mau ikutan buruan, udah bisa mulai daftar dari sekarang. Tempatnya terbatas loh, cuma untuk 20 orang. Ada diskon dan cashback juga buat pelajar. Info lengkapnya ada di poster.

Poster Batik Fractal 29 April-rev5-01
Workshop FabLab & Batik Fractal selanjutnya.

Yak itu dia cerita pelatihan jBatiknya. Sampai jumpa di workshop selanjutnya yaaa. Seperti biasa nih, waktunya foto-foto..

Open Class Mesin Laser dan 3D Printer Volunteer Angkatan 5

Posted on Updated on

Hallo! Hallo! Fabbers, para volunteer angkatan 5 sekarang udah masuk ke open class mesin-mesin yang ada di FabLab nih. Sebagai volunteer, harus tahu dong gimana cara mengoprasikan mesin laser dan 3D printernya. Nah kita bakal ceritain satu-satu, ada apa aja di open class volunteer angkatan 5 kali ini. Langsung aja, yuk!

Open class pertama, hari Sabtu 4 Maret 2017, para volunteer bakal dijelasin cara kerja mesin laser. Sebelumnya kita udah dikasih tahu koordinator masing-masing untuk nyiapin satu desain yang bakal dipraktekan nanti.

Persiapan open class dimulai jam setengah 9, dan rencananya nih bakal mulai jam 9. Tapi ya, karena ada beberapa volunteer yang masih tersendat di rumah dan di perjalanan, jadi open class kali ini baru bisa dimulai sekitar jam 10. Hehehe..

Volunteer yang hadir ada 13 orang. Walaupun gak semua volunteer angkatan 5 bisa dateng, tapi open class tetap berjalan. Setelah kelas dibuka oleh Mas Al, pertama-tama gak langsung praktek dong. Karena kita juga perlu menyimak dulu arahan dan penjelasan tentang mesin laser, supaya lebih ngerti dan aman pas menggunakannya, ya nggak? Penjelasan mesin laser ini disampaikan oleh Mbak Fikih sebagai koordinator divisi operasional. Mbak Fikih ngejelasin part-part yang ada di mesin laser, material apa aja yang bisa dipakai, ukuran maksimal yang bisa di cut dan sebagainya. Gak lupa juga, Mbak Fikih ngingetin masalah keselamatan atau ke-safety-an (halah maksa). Karena ya kita tahu sendiri, kayu aja bisa dipotong pake mesin laser, kalo gak hati-hati ntar malah tangan kita yang ke laser, sereeeemm.

P3046813
Mbak Fikih, koordinator divisi operasional, lagi ngejelasin materi tentang mesin laser

Yak! Setelah Mbak Fikih ngejelasin semua-muanya, langsung pindah ke mesin lasernya. Dimesin laser, ada Kang Triyan yang udah stand by untuk mendemokan cara kerja mesin laser. Langkah awalnya adalah penjelasan ada tombol apa aja di mesin laser dan gimana cara menghidupkan mesinnya. Setelah mesin berhasil dinyalain, Kang Triyan ngejelasin penggunaan software-nya, apa aja setingannya dan gimana cara ngatur setingannya. Setingan ini juga gak sembarang seting, harus disesuaikan dengan jenis bahan dan pertimbangan hasil yang kita pengen nantinya. Dan tenang aja, catetan riset setingannya sebagian udah ada kok, jadi gak butuh waktu lama buat mikir.

Nah, tiba deh waktunya kita nyobain sendiri mengoprasikan mesin laser. Satu persatu volunteer yang ada praktek sendiri dengan desain yang udah disiapin masing-masing.

Dan ini nih hasil laser cut kita.

Itu tadi open class pertama tentang mesin laser, sekarang kita lanjut ke cerita open class mesin 3D. Open class yang kedua ini berlangsung tanggal 11 Maret 2017. Seperti biasa, sebelum mulai, siap-siapin alat dulu dong. Proyektor, laptop, kamera, komputer, kursi-kursi, dan yang pasti mesin 3D nya udah harus disiapin dulu. Kalo semuanya udah siap, tinggal nunggu pesertanya deh.

Sama kayak open class minggu sebelumnya, kelas 3D printer mulai sekitar jam 10 dan volunteer yang dateng ada 13 orang. Yang bakal ngejelasin tentang 3D printer yaitu Adit koordinator volunteer divisi operasional angkatan 2. Adit ini yang pernah di training langsung oleh trainer yang emang ahlinya masalah 3D printer ini. Makanya, sekarang giliran Adit yang membagikan ilmu dan pengalamannya ke para volunteer baru.

Seperti biasa, acara dibuka oleh Mas Al. Gak jauh beda prosesnya sama kelas mesin laser yang lalu, awalnya kita harus tahu dulu apa itu 3D printer, kegunaannya apa, bagian-bagiannya, bisa bikin apa aja, bahan apa aja yang bisa dipake, sampe ke software-nya. Dan untuk kali ini Adit yang bakal ngejelasin semuanya.

Pasti udah banyak yang tahu dong ya, mesin 3D printer ini kegunaannya untuk apa. Ternyata sekarang, 3D printer gak cuma dipake buat bikin prototype untuk keperluan industri aja loh. Di luar negeri masyarakat umum pun punya 3D printer ini untuk keperluan pribadi dan kebutuhan sehari-hari. Misalnya, untuk bikin gagang pintu yang rusak, mereka gak perlu repot beli yang baru, tinggal bikin sendiri di rumah. Selain itu mereka juga memanfaatkan 3D printer sebagai alat edukasi ke anak-anaknya. Keren ya..

P3117127
Para koor yang baik, nyiapin makanan buat anak-anaknya

Setelah Adit selesai presentasi, sekarang waktunya mendemokan cara kerja mesin 3D. Penjelasannya mulai dari cara nyalain printer sampe cara masang bahan plastiknya. Desain 3D yang sudah dibuat, sebelumnya harus diset ukuran dan yang lainnya di software. Software yang dipake FabLab yaitu Cura. Software 3D lainnya juga bisa, kayak 3DS Max, AutoCad, 2Brush, atau Sketch Up, asal format penyimpanannya STL.

Sehabis demo, kita semua gantian nyoba bikin satu prototype. Dan ini hasilnya.

Untuk bikin satu print waktu yang dihabiskan beda-beda, tergantung dari ukuran dan setingan yang kita mau. Karena rata-rata volunteer yang praktek menghabiskan waktu 20-30 menit, dan karena keterbatasan waktu juga, jadi open class kali ini gak semua kebagian untuk nyoba bikin prototype nya. Ya gak apa-apa lah ya, seenggaknya udah tahu nih step by step nya, dan bisa dipraktekin di lain kesempatan.

Yak, itu tadi cerita open class volunteer angkatan 5 tahun ini. Semoga ilmu yang udah dibagi berguna buat para volunteer dan lebih semangat berkarya menyelasaikan proyek-proyeknya. Semangaaaatt!!!. Dan seperti biasa nih, sehabis ada aktivitas apapun kita semua musti foto-foto, hehe..