Tak Berkategori

FabLab GTS #3 SMKN 6 Bandung

Posted on Updated on

Hola Fabbers! Sebelumnya FabLab Goes To School udah ngedatengin SMKN 15 Bandung, nih fotonya..

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

 

GTS kali ini FabLab main ke SMKN 6 Bandung nih. Gak kalah sama sekolah-sekolah sebelumnya nih, temen-temen SMKN 6 juga antusias menyambut kedatangan kami. Kayak gimana ceritanya? Ini dia..

Dari jam 5.30 pagi kami, para volunteer dan crew udah siap-siap di FabLab, mempersiapkan semua keperluan presentasi. Mulai dari bahan materi yang bakal disampaikan, display karya, sampe alat-alat kebutuhan dokumentasi nih yang paling penting, hehe.. Setelah semunya lengkap, kami berangkat deh menuju SMKN 6 di Jl. Soekarno Hatta (Riung Bandung).

Ya, namanya juga jalanan pagi-pagi, gak bakal gak macet, apalagi weekday kayak gini. Perjalanan sedikit tersendat, tapi untungnya kami sampai tepat waktu. Kami sampai di lokasi sekitar pukul 7.30. Walaupun telat 30 menit dari yang udah dijadwalkan, untungnya lagi, temen-temen SMKN 6 ada apel pagi dulu, jadi kami masih punya waktu buat siap-siap.

Setelah peralatan selesai di-set, kami langsung memulai acara. Yang dibuka oleh Pak Deden, selaku Wakasek SMKN 6 Bandung. Selanjutnya, Mas Al sebagai manajer FabLab ngasih sedikit sambutan dan menjelaskan sekilas tentang FabLab. Nah penjelasan lengkapnya, baru bakal dijelasin sama Ambar, koordinator volunteer divisi Marketing.

Ambar ngejelasin dari awal sampe akhir tentang apa itu FabLab. Mulai dari siapa pendirinya, apa aja yang ada di FabLab, apa aja kegiatannya, gimana caranya jadi volunteer, dan gimana caranya jadi member. Selain penjelasan dari Ambar, FabLab juga menayangkan beberapa video untuk memberikan informasi yang lebih lengkap lagi tentang FabLab ke temen-temen SMKN 6.

Nah, kebetulan kali ini FabLab lagi ngadain kerja sama dengan Batik Fractal untuk bikin workshop membuat batik dengan cara digital. Jadi Pak Lucky sebagai founder dari Batik Fractal ikut ngasih presentasi seputar pembuatan batik secara digital dan seputar workshop yang bakal diadain di FabLab.

Setelah presentasi dari Batik Fractal, dibuka sesi tanya jawab seputar FabLab. Ada lima orang nih yang nanya, dan hampir semua pertanyaan yang diajukan seputar kevolunteeran. Wah kayaknya pada tertarik nih pengen jadi volunteer.

Semua pertanyaan sudah terjawab, sampe ke sesi terakhir yang paling disukain, yaitu foto-foto, ehehehe. Semua volunteer dan crew FabLab juga Pak Lucky berfoto bersama dengan kurang lebih 500 temen-temen SMKN 6 Bandung. Udah foto-foto, waktunya liat-liat display hasil karya yang udah dibikin oleh FabLab. Banyak yang tertarik nih kayanya. Selain lihat-lihat, mereka juga sekalian nanya-nanya lebih detail lagi tentang proses pembuatannya. Seru, kan!?

Yak karena temen-temen SMKN 6 harus masuk kelas, akhirnya semuanya bubar. Dan acara Goes To School kali ini berakhir sekitar jam 09.30 dan ditutup, lagi-lagi dengan foto-foto semua volunteer yang dateng ūüôā

s_5682903733974

Advertisements

Training 3D Printer

Posted on

By : Ghifari Dwiputra

Pada tanggal 22-24 Maret 2016 kemarin, Fab Lab Bandung mengadakan sebuah training mesin 3d printer kepada volunteer, yang merupakan hasil kerja sama dengan IP3D selaku supplier mesin 3d printer itu sendiri. Dipimpin oleh Bapak Herman, training mesin yang berlangsung selama 3 hari tersebut mengajarkan para volunteer mulai dari merakit sebuah mesin 3d printer, men-setting, kalibrasi mesin, pemakaian mesin, hingga cara untuk mengatasi sesuatu apabila terjadi sebuah kerusakan pada mesin 3d printer. Beberapa filament pun telah disediakan, mulai dari jenis PLA, ABS, HIPS, dan lain-lain.

Pada hari pertama, para volunteer dikenalkan bagaimana memasang sebuah mesin 3d print baru. Cukup sulit memang dalam memasang sebuah mesin 3D Printer. Beberapa part mesin pun dipasang, seperti bed, nozzle, dan lain-lainnya. Setelah belajar memasang mesin 3d printer, bapak Herman menjelaskan mengenai software yang akan digunakan. Sketch up, merupakan salah satu software yang biasa digunakan untuk membuat sebuah desain 3d untuk pemula. Desain yang telah dirancang sedemikian rupa, akan diteruskan kepada software untuk slicing, seperti contohnya Cura. Software tersebut digunakan untuk melakukan sebuah setting pada desain dan mesin 3d printer, seperti pengaturan layer filament, suhu temperatur dan lain-lain. Adapun software lain bernama netfab. Software ini digunakan untuk melihat apakah desain yang akan dicetak tersebut mengalami sebuah error atau kesalahan desain, sehingga kita dapat menghindari kesalahan desain yang tidak diinginkan.

Di hari kedua, para volunteer masih melanjutkan training dengan mencoba beberapa desain yang di unduh melalui situs thingiverse. Jadi, thingiverse adalah sebuah situs yang berisi macam-macam jenis desain 3d yang telah dibuat oleh orang-orang di seluruh dunia, kemudian mereka unggah dan bagikan desain tersebut di situs tersebut secara gratis untuk siapapun yang ingin mencoba menprint desain 3d tersebut. Tetapi beberapa hasil karya yang ada tidak memperbolehkan kita untuk menjualnya atau dikomersilkan. Setelah mencari-cari sebuah desain, mereka mencoba sebuah desain 3d dengan bentuk hati, yang didalamnya berisi sebuah 3 buah gear yang sudah terpasang dan gear tersebut tidak hanya sebuah hiasan, tetapi bisa berfungsi dan bergerak.

Masuk di hari terakhir training, para volunteer dengan rasa keingintahuan yang sangat tinggi masih terus mencoba dan bereskplorasi mengenai mesin 3d printer tersebut. Kemudian, Bapak Herman memperlihatkan kepada kami dengan melakukan sebuah stress test pada mesin, guna melihat tingkat akurasi dan detail dari mesin 3d tersebut.

Training 3d Printer yang diberikan kepada volunteer merupakan sebuah pengalaman yang luar biasa bagi mereka, dan bagi Fab Lab Bandung sendiri. Teknologi yang ada pada generasi ini memperlihatkan bahwa kita dapat menggunakan teknologi tersebut untuk menghasilkan sebuah karya dengan mudah, dan bermacam-macam. Maka dari itu, mari kita ciptakan karya melalui ide-ide kamu, apapun itu!

IMG_0281

Material Redefined Workshop

Posted on

IMG_0452

By : Debby Azra Aditya

Pada tanggal 27-28 Februari kemarin, FabLab Bandung mengadakan sebuah workshop kolaborasi dengan studio Hiji bertajuk ‚ÄúMaterial redefined workshop‚ÄĚ. Pada hari pertama, peserta workshop diberikan presentasi oleh pihak Abadi Indorona, mengenai bahan yang akan dieksplorasi. Mengusung tema ‚ÄėThe Future of Nature‚Äô, para peserta workshop diberikan informasi mengenai bahan-bahan yang berasal dari material kayu veneer untuk diolah sedemikan rupa hingga menjadi suatu karya yang indah atau menjadi sebuah bahan baku pembuatan karya lainnya.

Setelah menerima informasi mengenai bahan-bahan yang akan dieksplorasi, para peserta workshop diberi sebuah demonstrasi mengenai cara menempelkan lapisan bahan tersebut dengan mesin vacupress. Apa itu vacupress? Vacupress adalah teknologi vakum yang efisien, sederhana, dan terjangkau untuk bahan veneer. Prinsip teknologi vakum yang digunakan adalah menghilangkan udara keluar dari bagian veneer yang tertutup. Ketika vakum dinyalakan, tekanan atmosfir menahan tekanan di dalam vakum. Udara ditarik keluar dari sel-sel permukaaan veneer, lem tersedot ke sel-sel vakum. Karena itu, hasilnya bisa diandalkan dan konsisten.

Tidak ketinggalan, FabLab juga memberikan sebuah presentasi dan tutorial kepada peserta workshop untuk menggunakan sebuah mesin laser cutter. Lalu, apa itu mesin laser cutter? Laser cutter adalah mesin yang menggunakan tenaga laser yang sangat kuat untuk memotong suatu bahan‚ÄĒsalah satunya adalah veneer yang dibahas di artikel ini. Dengan teknologi laser cutter, hasilnya bisa dipastikan akan lebih rapi dan teratur dibandingkan pemotongan manual.

Pada hari kedua, peserta workshop melanjutkan sebuah eksplorasi terhadap bahan-bahan yang diberikan. Dan mereka menggunakan seluruh ilmu yang telah dipelajari dari hari sebelumnya. Penggunaan mesin laser cutter pun turut menorehkan sebuah pola yang presisi pada bahan kayu veneer yang sedang dipelajari oleh para peserta. Hingga pada akhirnya, peserta workshop dapat menghasilkan sebuah karya, yang tidak hanya indah, namun bernilai tinggi karena memanfaatkan sebuah bahan yang diberikan dan diolah secara baik.

Sebelumnya telah diberi tahu bahwa tema workshop ini adalah ‚ÄėThe Future of Nature‚Äô. Dari judul tema ini bisa disimpulkan tujuan workshop untuk memperkenalkan salah satu bahan alami yang dipakai untuk keanekaragaman produk yang bisa digunakan di masa depan yaitu veneer. Banyak bahan alami yang sebenarnya masih bisa dipakai, namun di beberapa negara khususnya Indonesia, pengetahuan memanfaatkan material seperti ini masih kurang. Karenanya diperlukan lebih banyak lagi workshop yang dapat memperkenalkan bahan alam yang bisa digunakan sebaik-baiknya menjadi karya seni dan bagaimana cara melakukannya.

Akhir kata, pengetahuan seperti ini sangat bermanfaat untuk masyarakat. Baik dari tua hingga muda untuk terus mengembangkan kreatifitas dan tidak terhalang dengan keterbatasan material juga alat-alat yang diperlukan untuk mewujudkannya. Di samping bahan-bahan yang umum seperti kayu, plastik, acrylic, masih banyak bahan lain yang masih jarang digunakan namun memiliki potensi tinggi untuk dapat diubah menjadi produk karya seni bernilai tinggi. Dari workshop kolaborasi FabLab dan Studio Hidji ini, dapat dibuktikan veneer adalah salah satunya. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semua dan memberi kemajuan pengetahuan yang lebih baik.

IMG_0448IMG_0418

Road To Campus Maranatha University

Posted on Updated on

Bersamaan liburan semester kampus berakhir, Fablab bandung mulai aktif kembali menjalankan kegiatannya yakni Road to campus. Kampus yang kita kunjungi kali ini Universitas Maranatha di fakultas Design komunikasi visual (DKV) yang berlangsung pada hari selasa tanggal 25 dan kamis tanggal 27 agustus berlanjut pada bulan september dari hari senin tanggal 7 september sampai dengan kamis tanggal 10 september 2015.

Pada tanggal 25 dan 27 agustus fablab presentasi di kelas 3D yang dibimbing oleh Dosen Bapak Nyoman, meskipun kelas pilihan namun masih tetap menarik banyak minat mahasiswa-mahasiswi DKV untuk menghadirinya. sehingga presentasi fablab yang menjadi fasilitas kreatifitas yang menghasilkan prodak 3d seolah gayung bersambut dengan minat mahasiswa dan mahasiswi  tersebut.

20150827_083931 01

Sedangkan dari Senin tanggal 7 sampai dengan 10 september 2015, Fablab bandung mempresentasikan diri dikelas teknik percetakan. Kelas yang dibimbing oleh Bapak Diky selaku Dosen DKV di maranatha. pada kelas tersebut disetiap harinya para mahasiswa dan mahasiswi hampir rata-rata belum mengetahui atau pernah mendengar Fablab. sehingga kehadiran fablab menjadi hal yang baru diketahui. hal yang wajar karena Fablab bandung ataupun fablab itu sendiri memang belum diketahui. namun justru karena itu kegiatan ” raod to campus ” ini rutin dilakukan untuk memperkenalkan fablab bandung.

1441598912521 02 03 04

Akan tetapi selain memang tujuan dari ” road to campus ” ini memperkenalkan tentang fablab dan eksistensi dari fablab bandung, kami juga hendak memberi kesempatan kepada para mahasiswa dan mahasiswi Maranatha untuk bergabung menjadi bagian dari fablab melaui jalur Volunteer dan jalur member. adapun mengenai volunteer itu sendiri akan dikupas di artikel berikutnya.

Pameran Bersama Gusto Pada Forum Grafis Design dan 3D Expo di Jakarta Convention Centre

Posted on Updated on

Gusto sebagai Sponsor Utama yang berperan besar terhadap adanya Fablab bandung, memberi kesempatan untuk ikut pameran bersama di FGD 2015 yang bertempat di Jakarta Convention Centre / senayan. acara tersebut berlangsung minggu kemarin dari tanggal 6 sampai dengan 9 agustus 2015.

2 1

Pada pameran tersebut Fablab berbagi informasi secara langsung dengan pengunjung pameran yang mampir ke booth Gusto. brosur sebagai media cetak promosi juga kami berikan disela-sela penyampaian informasi tentang Fablab bandung.

3 a

Forum Grafis Design juga diramaikan 3D printer expo yang memamerkan kecanggihan beragam mesin 3d printer dengan aneka bahan, warna dan product hasi jadi yang semuanya menarik perhatian pengunjung. bagi pengunjung yang sudah tahu tentang 3d printer saja, tetap terkagum kagum apalagi pengunjung yang baru pertama kali melihat 3d printer secara langsung.

2  5 4

Pameran yang digelar per-2 tahun sekali ini memang ajang penting selain untuk para pengusaha mesin digital dan material juga untuk para Disainer atau  sekedar peminat design.

Open Days ; Kunjungan Dosen Maranatha

Posted on Updated on

Sudah Kali kedua Open Days diadakan di Fablab Bandung dan kali ini para dosen dari Maranatha yang datang berkunjung untuk mengetahui tentang Fablab khususnya fablab bandung. meskipun salah satu atau sebagian dari para dosen tersebut sudah mengetahui tentang fablab namun berkunjung ke fablab bandung, bagi mereka ini benar-benar yang pertama.

Sajian acara pada Open days kemarin masih sama dengan yang pernah disajikan pada open days yang pertama yakni sesi presentasi, Simulasi Mesin laser dan 3D printer serta yang terakhir bincang santai seputar fablab. Memasuki sesi Presentasi fablab dibuka Penanggung jawab fablab lalu dilanjutkan penyampaian History hingga konsep fablab oleh volunteer Ardi Dan Brian dari fakultas ekonomi Unpar yang mewakili divisi marketing. mereka tampil berbeda dengan latihan atau briefing open days sehari sebelumnya, Brian dan Ardi dapat mempresentasikan dengan lancar tanpa terlihat gugup. slide selanjutnya disampaikan penanggung jawab fablab yang menginformasikan tentang fablab bandung dari mulai profile, program dan kegiatan hingga penutup. sesi presentasi dioperatori oleh volunteer Adithia dari jurusan elektro ITB.

_MG_1371IMG_20150626_105926_MG_1346

Sesi Kedua, simulasi Mesin laser dan 3D printer yang dipandu oleh Volunteer Operasional yakni Gde dari jurusan Electro kampus ITERA. pada sesi ini, baik mahasiswa maupun dosen selalu serius menyimak teknis-teknis pengoperasian mesin laser dari pengaturan design di software mesin hingga cara kerja mesin memproses design dari software ke media acrylic. ditengah laser bekerja, Gde juga memperlihatkan bagaimana 3D printer mencetak sampel dari software.

_MG_1417 _MG_1414IMG_1429 IMG_1424 _MG_1477 _MG_1457

Tanpa terasa sekitar kurang lebih 2 jam open days digelar, harapan fablab acara demi acara semoga menjadi inspirasi kolaborasi antara fablab dengan kampus dan semoga pula fasilitas fablab dapat mendukung para dosen untuk mengarahkan mahasiswa-siswinya untuk lebih kreatif sesuai dengan Visi dan Misi keberadaan Fablab di Bandung. sebelum para dosen dari Universitas Maranatha hendak berpamitan, fablab meminta sejenak menyempatkan  untuk mengabadikan setiap moment di fablab,  Crew, volunteer Fablab dan Dosen-dosen maranatha menyempatkan photo bersama yang didokumantasikan oleh  Ryan sebagai volunteer di divisi multimedia dan dokumentasi.

_MG_1518 _MG_1522

Jalinan relasi antara Fablab Bandung dengan Honfablab Yogjakarta

Posted on

Dalam rangka mewujudkan sebuah pemahaman terhadap Fablab Charta yang digagas oleh Neil Gershenfeld pada point 1, mengengai fablab sebagai local lab dengan jaringan global. Fablab Bandung sebagai fablab kedua di indonesia berkunjung ke Honfablab Yogjakarta sebagai fablab  pertama di indonesia untuk jalinan relasi ( network ) antar sesama fablab yang keduanya mewakili dari lab lokal bandung dan lab lokal yogja. Bagi fablab bandung kunjungan silahturahmi ini bisa dikatakan juga langkah mempersatukan jaringan antar lab, karena keduanya masih dalam satu negara indonesia, sehingga suatu hal logis bila terjalin network antar sebelum menjalin relasi dengan fablab di luar negeri atau sebelum kepada global network.

_MG_1191 _MG_1192

Honfablab Yogjakarta berlokasi Jl. Taman Siswa, Mergangsan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Fablab Yogyakarta (HONFablab) didirikan dan dijalankan oleh HONF Foundation yang sejak 1999 berdiri di Yogyakarta dan aktif pada wilayah seni, teknologi dan sains. HONFablab berdiri sejak Juli 2011 dan aktif menjadi salah satu lab dibawah HONF yang terus menyediakan ruang bagi siapapun, untuk melakukan riset dan project. Individu atau kolaboratif. Menginspirasi penemuan-penemuan pada wilayah disain, engineering dan entrepreneur.  http://www.honfablab.org/about-2/

Saat ini Honfablab tidak hanya sebagai tempat riset dan project, tapi juga dilengkapi cafe atau fabcafe yang bisa menjadi tempat nongkrong untuk sekedar melepas dahaga atau menikmati menu makanan berat.¬† suasana santai dengan interior penuh warna bisa membuat pengunjung merasa nyaman menikmati menu sesuai pesanan sekaligus mengenali fabrikasi digital, karena area Cafe¬† digabungkan dengan lab. jika ada pepatah sambil menyelam minum air, pepatah tersebut mungkin lebih berbeda bagi¬† pengunjung fabcafe, ” sambil makan dan minum menyelami dunia makers di Lab fabrikasi digital ”

_MG_1206 _MG_1209

Pada saat memasuki Honfablab, selain nampak interior baragam warna, aneka barang hasil buatan sendiri, terlihat juga  pajangan-pajangan yang memenuhi setiap dinding. mulai dari beberapa produk yang bisa dibeli, dokumentasi kegiatan Honfablab dan satu bagian dinding khusus untuk memamerkan gambar/ design karya crew fablab atau member yang diberi alas berbingkai sehingga terlihat seperti pameran.

Ada satu pajangan yang menarik perhatian kami, ikon project  Honfablab yakni Prototipe  Prostheses atau purwarupa kaki palsu.Kaki palsu yang dibuat di Honfablab dikenal dengan LOW COST PROSTHESIS yang merupakan sebuah project kolaborasi antara HONF dan Waag Society, dengan tujuan menciptakan sebuah alat bantu berjalan (Prosthese) di bawah lutut yang berbasis material lokal, ergonomis, terjangkau oleh masyarakat bawah dan juga yang terpenting, sebuah alat bantu yang sangat personal bagi para pengguna.http://www.honfablab.org/category/projects/

_MG_1213 _MG_1225

Kesuksesan Honfablab dalam project LOW COST PROSTHESIS dan eksistensi Honfablab yogja sebagai fablab pertama juga menarik minat tamu dari jakarta yakni Pa Gun dan Pa Michael. kedatangan mereka ke yogja untuk bertemu mas Tomy yang menjadi penanggung jawab Honfablab menjadi tujuan yang sama dengan kedatangan Fablab bandung. Mas tomy menyambut kedatangan kami dan mengajak berkeliling Honfablab sambil menjelaskan atau menjawab pertanyaan-pertanyaan dari kami.

_MG_1238 _MG_1267

Setelah “tour” singkat, kami melanjutkan perbincangan santai mengenai honfablab, memperkenalkan fablab bandung dan penyampaian wacana-rencana Pa Gun dan Pa Michael untuk mendirikan fablab di jakarta. sebagai fablab yang berpengalaman selama 4 tahun, mas tommy selaku penanggung jawab honfablab berkenan untuk berbagi informasi mengenai Honfablab dari awal didirikan sampai sedikit bocoran rencana kedepannya. percakapan santai memang tak disadari sudah memakan waktu berjam-jam dan karena masing-masing dari kami sama-sama punya agenda lain hingga terpaksa harus pamitan meskipun masih betah dan asik membicarakan tentang Fablab.

_MG_1278 _MG_1280 _MG_1286 _MG_1308