VOlunteer

Volunteer baru, keluarga baru!!!

Posted on

Hola fabbers! Beberapa hari yang lalu kita kedatangan keluarga baru loh,yaitu volunteer angkatan ke 6.  Kami mengadakan open class untuk para volunteer baru, biar para volunteer baru tau apa itu fablab, sejarah awal berdirinya gimana,apa aja yang ada di fablab,pokoknya semua info-info penting tentang fablab deh!

Di open class kemarin juga dikasih tau apa sih volunteer itu? Manfaat jadi vounteer apaan aja?banyak ya tugasnya? dan lain-lain. Pokoknya semua tentang fablab dan ke volunteeran itu semuanya dipaparkan secara jelas dan rinci deh, jadi sebagai volunteer kita ga kebingungan kl ditanya orang “emang fablab itu apaan?” Di fablab bisa ngapain aja?” masa volunteer gatau,kan bahaya tuh.

Nah biar lebih jelasnya kita jelasin deh isi kegiatan kemarin apa aja.

 

 

Hari sabtu tgl 29 juli kemarin,tepatnya pukul 10.00 wib di fablab bandung diadain open class buat anggota volunteer angkatan ke 6. Sekitar 85% anggota hadir sedangkan yang lainnya sedang berhalangan. Meskipun begitu acara tetap berjalan sesuai dengan rundown yang yang sudah ditetapkan. Acara dimulai dengan perkenalan para anggota volunteer senior dan crew fablab,lalu perkenalan dengan sesama volunteer baru diadakan dengan menggunakan games “siapa dia?” . Di games tersebut kita harus menghafal nama anggota beserta hobi uniknya,dari anggota pertama sampai anggota terakhir, contohnya “nama saya sabe hobi saya makan ga dikunyah”. Semua anggota harus hapal semuanya,dan itu membuat kita lebih cepat akrab.

Setelah games perkenalan selesai dan kita sudah saling kenal acara dilanjutkan dengan presentasi tentang fablab yang dijelaskan secara lengkap dan jelas oleh ka marcell,koordinator divisi marketing. Semua anggota tampak serius merhatiin presentasi,setelah presentasi selesai ada sesi tanya jawab,tapi semua anggota diem,antara diem udah paham atau diem gara” masih bingung. Tapi setelah beberapa anggota ada yang nanya dan dijelasin lagi,baru deh semuanya bener-bener paham.

 

 

Nahh biar suasana ga tegang-tegang banget karena sesi tanya jawab,akhirnya diadain games lagi nih yaitu games “komunigambar”,hampir sama kayak komunikata tapi ini pake gambar gitu. Jadi di games ini anggota volunteer akan dibagi jadi 2 kelompok,yaitu kelompok 1 dan 2. Nantinya anggota volunteer ini disuruh baris sesuai kelompoknya,terus menghadap ke belakang,ga boleh nengok-nengok,soalnya orang yang paling belakang bakalan dikasih tulisan 1-2 kata sama kakaknya terus dia harus bikin gambar sesuai sama tulisannya. Nah nanti gambar yang dia buat akan dioper ke orang yg didepannya,dan orang yang didepannya itu harus nebak itu gambar apa dan dibuat ulang versi dianya,dan cuma dikasih waktu 10 detik buat mikir dan gambar,hedehh,terus diulang ke orang berikutnya sampai ke orang terakhir dibarisan,dia ga perlu gambar cuma harus nebak aja itu gambar apa. Dan itu seru banget,beneran. Waktu di babak terakhir games, kata dari kakaknya itu “buaya buntung” tapi pas gambar sampai ke orang terakhir malah jadi “anak ayam”, kurang jauh apa coba buaya berevolusi jadi anak ayam?sungguh anggota volunteer angkatan 6 ini seniman-seniman yang berbakat sekali hahaha :”) . Dan kali ini skornya seri,ga ada yang menang, karena emang gaada yang berhasil nebak satu pun wkwk.

Abis seru-seruan di games, kita lanjut acaranya ke presentasi lagi tapi presentasi tentang ke volunteeran yang di jelasin oleh ka Al, manajer fablab. Weitss jangan tegang, walaupun manajer, doi ini orangnya asik banget loh, kita dijelasin tentang apa itu ke volunteeran secara jelas dan santai, setelah presentasi selesai lanjut ke sesi tanya-jawab,satu-satu anggota volunteer ditanya “kamu kenapa mau jadi volunteer?” Yaa kebanyakan sih jawabnya “pengen nambah pengetahuan ka,mau ngisi waktu luang ka biar bermanfaat,nyari jodoh ka! Eh nyari temen,nambah pengalaman juga ka” dan lain-lain. Padahal keuntungan dari menjadi volunteer tuh masih ada banyak loh,dan semua itu dijelasin sama ka al sampe kita mangap-mangap,mangap gara-gara ga ngerti? Yaa engga lah, maksudnya karena saking banyak keuntungannya jadi tertakjub-takjub gitu ceritanya *oke ini lebay*siap revisi ka.

 

Muka-muka anggota udah mulai kusut lagi,mungkin di sesi tanya jawab tadi ada yang ditanyain soal jodoh, nahh saat nya games lagi! Kok open class maen games mulu sih?open games kali ini mah. Yehh biar ga tegang,makanya dibawa hepi-hepi aja. Games kali ini adalah games “komuni gerak” ,games ini ga pake gambar tapi kita yang harus gerak meragain tulisan yang dikasih kakaknya. Masih dengan kelompok yang sama,salah satu anggotanya dipilih buat meragain kata-kata dari kakaknya,sedangkan yang lain harus nebak gerakannya. Gamesnya masih terbilang gampang soalnya kata-kata yang dikasih ga ribet kayak “rumah sakit” atau cuma “lebah”. Coba kalo kakaknya ngasih kalimat “buaya berjemur di rawa-rawa lalu berkelahi dengan suku viking demi memperebutkan persib”, bisa guling-guling dilantai tuh anak yang meragain wkwkk. Nah digames ini hasilnya seri, karena semuanya betul jawabnya,tapi karena sama-sama betul semua jadi   gaada yang dapet hadiah.

Setelah capek main games, semua anggota volunteer baru dikasih kertas buat ngisi feedback serta kesan dan pesan tentang acara open class hari ini, ternyata yang mereka isi bukan cuma kesan pesan, tapi ada yang malah curhat panjang lebar gara-gara belum sarapan.

 

Abis numpang curhat di kertas kesan pesan,semua anggota volunteer, yang baru dan yang lama serta crew-crew fablab berfoto bersama. Sekedar info,sesi foto di fablab tuh penting banget loh, walaupun udah pada bubar tapi belum foto,itu pasti bakalan dikumpulin lagi buat foto bersama,keren. Nahh setelah foto-foto,acara yang paling ditunggu tiba juga,ishoma!! Kita disediain makanan ringan loh,lumayan buat bikin perut geli-geli dan muka pucat karena belum sarapan bisa bersinar kembali *oke ka ini lebay lagi*

Ishoma berlangsung selama satu jam,tepat pukul 2 siang semua anggota volunteer berkumpul lagi dan lanjut games lagi biar makanan tadi siang cepat dicernanya. Games yang ketiga ini namanya “teka teki sulit”. Sama kayak teka teki silang biasa,ada yang mendatar dan menurun,cuma yang bikin beda adalah jawabannya yang rada diluar dugaan. Contoh nih ” sapi kambing kerbau sama-sama kalo makan…” yaa semua juga tau kan ya kalo mereka makannya rumput,tapi ternyata jawabannya “nambah”. Oke siap,sesuai judulnya ini teka teki sulit. Tapi ternyata di games ini kelompok 1 menang karena berhasil menjawab 2 pertanyaan dan mereka bakalan dapet hadiah (tapi nyusul wkwkk)

 

Abis hepi menang di games tadi,ternyata masih ada sesi lagi nih yaitu “meet and greet with founder”,seketika pada tegang semua mukanya wkwkk. Yaiyalah tegang,ketemu foundernya fablab bandung oii. Tapi ternyata ga perlu tegang,karena Pak Hengki dan Pak King selaku founder dari fablab bandung ini ternyata orangnya ramah banget,kita dipanggil namanya buat perkenalan terus ditanya tau fablab dari mana, setelah itu dijelasin secara rinci awal mula mereka bikin fablab bandung ini, dan sebagainya. Mereka ngomongnya santai banget,ga berasa kalo mereka ini founder loh tapi jadi kayak temen buat saling sharing, pokoknya keren deh.

Nah setelah sesi meet and greet bareng founder,acara selanjutnya adalah break sebentar buat ngerileksin badan gara-gara duduk kelamaan. Badan udah santai,kita lanjut ke kumpul bareng divisi masing-masing buat ngomongin tugas dan kewajiban perdivisi,oiya dan sekalian atur jadwal hadir ke fablab. Volunteer emang orang yang suka rela buat ngebantu tapi jangan lupa,volunteer di fablab harus jadi volunteer yang bertanggung jawab sama komitmen yang udah dibuatnya,salah satunya ada dengan hadir 2x seminggu. Jadwal fleksibel asal jangan tiba-tiba ngilang kayak ditelen bumi.

 

Setelah kumpul perdivisi selesai maka acara open class pada tgl 29 juli ini selesai juga. Sampai jumpa diminggu depan saat para volunteer baru ini mulai bertugas, dan jangan lupa gabung bersama fablab yaa biar bisa jadi keluarga baru juga.

Nos vemos fabbers!

 

 

 

 

Advertisements

Workshop Arduino #1 dan Open Class Member Perancis

Posted on Updated on

Teknologi pastinya sangat mempengaruhi kualitas hidup manusia. Teknologi mempermudah dan menjawab kebutuhan hidup manusia. Perkembangan teknologi yang marak saat ini adalah bagaimana suatu produk dapat menghasilkan keluaran yang sesuai dan spesifik dengan kebutuhan penggunanya. Dengan demikian ada tuntutan bagi para pembuat produk untuk meningkatkan kualitasnya guna menjawab hal tersebut. Mereka perlu mempertimbangkan desain yang human-centered dengan meningkatkan kapabilitas produk dalam berinteraksi dengan manusia.

FabLab perlu menyesuaikan diri dan memiliki pengetahuan untuk membuat produk yang dapat berinteraksi dengan manusia dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi yang ada. Dengan pengetahuan yang matang, maka pengaplikasian pengetahuan tersebut dapat dilakukan untuk membuat produk-produk cerdas guna memenuhi kebutuhan penggunanya. Salah satu perangkat yang dapat digunakan dalam memperkaya fitur produk adalah Arduino.

Nah, tanggal 22 April lalu, FabLab baru saja mengadakan workshop khusus membahas Arduino. Sebenarnya apa sih Arduino itu? Arduino merupakan sebuah perangkat papan sirkuit yang dapat digunakan untuk pemrograman dan prototyping. Perangkat ini diprogram menggunakan bahasa pemograman Arduino, yang syntax nya sendiri mirip dengan bahasa pemrograman C. Pemrograman dapat dilakukan dengan mudah menggunakan kabel USB dan menghubungkannya ke komputer. Program yang telah dibuat pada komputer kemudian dapat disimpan dalam perangkat Arduino untuk dieksekusi. Perangkat dan software pemrograman Arduino (Arduino IDE) ini bersifat open-source, sehingga penggunaan Arduino dapat diakses oleh banyak orang yang memungkinkan mereka untuk berbagi dengan mudah satu sama lain.

Software dan Hardware Arduino memang dirancang untuk para desainer, seniman, makers dan bahkan para pemula maupun siapa saja yang memiliki ketertarikan untuk menciptakan objek dan lingkungan yang interaktif. Arduino dapat berinteraksi dengan tombol, LED, motor, speaker, GPS kamera, internet, bahkan smartphone dan TV.

Workshop kali ini dibantu oleh Inorobo Robotics School dengan pinjaman Arduino-nya, dan dipandu oleh divisi operasional. Volunteer yang menyampaikan materi yaitu Valda dan Aldy dari angkatan 5. Dalam workshop, pertama-tama disampaikan tentang pengetahuan dasar Arduino dan kebutuhan penggunaan Arduino. Penjelasan software dan hardware yang digunakan dan cara melakukan setting. Setelah itu, penjelasan teori dan pengaplikasiannya, dan terakhir sebagai penutup, peserta mereview materi yang telah disampaikan.

Seperti apa pengaplikasian arduino dalam desain produk? Berikut ini contoh produk yang menggunakan Arduino:

Moistly adalah sebuah perangkat yang dapat mengingatkan penggunanya untuk menyiram tanaman. Perangkat ini akan mendeteksi keadaan tanah. Ketika tanah dalam keadaan kering, lampu pada moistly akan berkedip dan perangkat akan mengeluarkan suara.

 

 

touch board
Touch Board

Touch Board merupakan suatu perangkat yang dapat digunakan untuk merubah lingkungan sekitar kita menjadi sensor. Touch Board dilengkapi dengan MP3 player untuk menghasilkan suara, maupun dilengkapi dengan modul lain untuk menggerakkan motor dan lain sebagainya.

Tujuan dari pelatihan mengenai Arduino ini, peserta diharapkan mampu melakukan pemrograman dasar menggunakan Arduino. Peserta juga diharapkan mampu mengaplikasikan pemrograman ke perangkat Arduino, dan merangsang ide-ide pengaplikasian Arduino dalam pengembangan desain produk.

Seru kan?

Pelatihan ini rencananya akan diadakan secara berkelanjutan. Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Inorobo Robotics School yang telah meminjamkan perangkat Arduino-nya di Workshop ini. Pelatihan selanjutnya akan diadakan tanggal 6 Mei ini. Untuk saat ini peserta hanya terbatas untuk internal komunitas FabLab saja. Tapi tidak menutup kemungkinan akan dibuka untuk umum. Tunggu aja tanggal mainnya yaa!

Oh iya, di workshop kemarin FabLab juga kedatangan tamu jauh lagi nih. Tamu kali ini adalah Adrean yang asalnya dari Perancis. Adrean adalah product designer, katanya dia lagi bikin project bareng komunitas maker yang ada di Bandung dan pengen coba bikin prototype di FabLab. Adrean sudah dua kali berkunjung ke FabLab. pertemuan pertama dia baru lihat-lihat dan tanya-tanya tentang FabLab. Dan pertemuan kedua ini, dia bergabung menjadi member FabLab sekaligus langsung ikut open class pengoperasian alat yang ada di FabLab.

Selama open class Adrean di temani oleh Mbak Fikih dan Andya. Awalnya Mbak Fikih menjelaskan software mesin laser  dan menjelaskan cara kerjanya. Kemudian Andya memberikan arahan tentang software 3D printer dan pengoperasiannya. Nih dokumentasinya.

Open Class Mesin Laser dan 3D Printer Volunteer Angkatan 5

Posted on Updated on

Hallo! Hallo! Fabbers, para volunteer angkatan 5 sekarang udah masuk ke open class mesin-mesin yang ada di FabLab nih. Sebagai volunteer, harus tahu dong gimana cara mengoprasikan mesin laser dan 3D printernya. Nah kita bakal ceritain satu-satu, ada apa aja di open class volunteer angkatan 5 kali ini. Langsung aja, yuk!

Open class pertama, hari Sabtu 4 Maret 2017, para volunteer bakal dijelasin cara kerja mesin laser. Sebelumnya kita udah dikasih tahu koordinator masing-masing untuk nyiapin satu desain yang bakal dipraktekan nanti.

Persiapan open class dimulai jam setengah 9, dan rencananya nih bakal mulai jam 9. Tapi ya, karena ada beberapa volunteer yang masih tersendat di rumah dan di perjalanan, jadi open class kali ini baru bisa dimulai sekitar jam 10. Hehehe..

Volunteer yang hadir ada 13 orang. Walaupun gak semua volunteer angkatan 5 bisa dateng, tapi open class tetap berjalan. Setelah kelas dibuka oleh Mas Al, pertama-tama gak langsung praktek dong. Karena kita juga perlu menyimak dulu arahan dan penjelasan tentang mesin laser, supaya lebih ngerti dan aman pas menggunakannya, ya nggak? Penjelasan mesin laser ini disampaikan oleh Mbak Fikih sebagai koordinator divisi operasional. Mbak Fikih ngejelasin part-part yang ada di mesin laser, material apa aja yang bisa dipakai, ukuran maksimal yang bisa di cut dan sebagainya. Gak lupa juga, Mbak Fikih ngingetin masalah keselamatan atau ke-safety-an (halah maksa). Karena ya kita tahu sendiri, kayu aja bisa dipotong pake mesin laser, kalo gak hati-hati ntar malah tangan kita yang ke laser, sereeeemm.

P3046813
Mbak Fikih, koordinator divisi operasional, lagi ngejelasin materi tentang mesin laser

Yak! Setelah Mbak Fikih ngejelasin semua-muanya, langsung pindah ke mesin lasernya. Dimesin laser, ada Kang Triyan yang udah stand by untuk mendemokan cara kerja mesin laser. Langkah awalnya adalah penjelasan ada tombol apa aja di mesin laser dan gimana cara menghidupkan mesinnya. Setelah mesin berhasil dinyalain, Kang Triyan ngejelasin penggunaan software-nya, apa aja setingannya dan gimana cara ngatur setingannya. Setingan ini juga gak sembarang seting, harus disesuaikan dengan jenis bahan dan pertimbangan hasil yang kita pengen nantinya. Dan tenang aja, catetan riset setingannya sebagian udah ada kok, jadi gak butuh waktu lama buat mikir.

Nah, tiba deh waktunya kita nyobain sendiri mengoprasikan mesin laser. Satu persatu volunteer yang ada praktek sendiri dengan desain yang udah disiapin masing-masing.

Dan ini nih hasil laser cut kita.

Itu tadi open class pertama tentang mesin laser, sekarang kita lanjut ke cerita open class mesin 3D. Open class yang kedua ini berlangsung tanggal 11 Maret 2017. Seperti biasa, sebelum mulai, siap-siapin alat dulu dong. Proyektor, laptop, kamera, komputer, kursi-kursi, dan yang pasti mesin 3D nya udah harus disiapin dulu. Kalo semuanya udah siap, tinggal nunggu pesertanya deh.

Sama kayak open class minggu sebelumnya, kelas 3D printer mulai sekitar jam 10 dan volunteer yang dateng ada 13 orang. Yang bakal ngejelasin tentang 3D printer yaitu Adit koordinator volunteer divisi operasional angkatan 2. Adit ini yang pernah di training langsung oleh trainer yang emang ahlinya masalah 3D printer ini. Makanya, sekarang giliran Adit yang membagikan ilmu dan pengalamannya ke para volunteer baru.

Seperti biasa, acara dibuka oleh Mas Al. Gak jauh beda prosesnya sama kelas mesin laser yang lalu, awalnya kita harus tahu dulu apa itu 3D printer, kegunaannya apa, bagian-bagiannya, bisa bikin apa aja, bahan apa aja yang bisa dipake, sampe ke software-nya. Dan untuk kali ini Adit yang bakal ngejelasin semuanya.

Pasti udah banyak yang tahu dong ya, mesin 3D printer ini kegunaannya untuk apa. Ternyata sekarang, 3D printer gak cuma dipake buat bikin prototype untuk keperluan industri aja loh. Di luar negeri masyarakat umum pun punya 3D printer ini untuk keperluan pribadi dan kebutuhan sehari-hari. Misalnya, untuk bikin gagang pintu yang rusak, mereka gak perlu repot beli yang baru, tinggal bikin sendiri di rumah. Selain itu mereka juga memanfaatkan 3D printer sebagai alat edukasi ke anak-anaknya. Keren ya..

P3117127
Para koor yang baik, nyiapin makanan buat anak-anaknya

Setelah Adit selesai presentasi, sekarang waktunya mendemokan cara kerja mesin 3D. Penjelasannya mulai dari cara nyalain printer sampe cara masang bahan plastiknya. Desain 3D yang sudah dibuat, sebelumnya harus diset ukuran dan yang lainnya di software. Software yang dipake FabLab yaitu Cura. Software 3D lainnya juga bisa, kayak 3DS Max, AutoCad, 2Brush, atau Sketch Up, asal format penyimpanannya STL.

Sehabis demo, kita semua gantian nyoba bikin satu prototype. Dan ini hasilnya.

Untuk bikin satu print waktu yang dihabiskan beda-beda, tergantung dari ukuran dan setingan yang kita mau. Karena rata-rata volunteer yang praktek menghabiskan waktu 20-30 menit, dan karena keterbatasan waktu juga, jadi open class kali ini gak semua kebagian untuk nyoba bikin prototype nya. Ya gak apa-apa lah ya, seenggaknya udah tahu nih step by step nya, dan bisa dipraktekin di lain kesempatan.

Yak, itu tadi cerita open class volunteer angkatan 5 tahun ini. Semoga ilmu yang udah dibagi berguna buat para volunteer dan lebih semangat berkarya menyelasaikan proyek-proyeknya. Semangaaaatt!!!. Dan seperti biasa nih, sehabis ada aktivitas apapun kita semua musti foto-foto, hehe..

Brainstorming Angkatan 5

Posted on Updated on

Hallo Fabbers! Ketemu lagi nih dengan para volunteer baru FabLab angkatan 5. Baru aja, hari Jum’at tanggal 3 Februari kemarin kami ngadain brainstorming untuk semester ini. Banyak konsep dan ide-ide seru dari para volunteer kali ini pastinya. Brainstorming ini bertujuan mengeluarkan segala pemikiran, kreativitas, konsep project apa yang akan dibuat selama satu semester kedepan. Apa aja keseruannya? Yuk kita simak!

1

Brainstorming dimulai setelah maghrib dan dihadiri hampir seluruh volunteer baru dari semua divisi. Acara diawali dengan pembukaan oleh Thia sebagai MC dan dilanjutkan dengan sambutan dari founder kita, yaitu Bapak Hengky Hidayat. Sebelum mulai diskusi, dijelasin dulu rundown acara dan bagaimana aturan mainnya, biar gak bingung, bener gak? Hehe.

 

Tapi sebelum ke acara utama, kami makan malam bersama supaya ada asupan energi dan otak nya lebih cenghar, hahaha. Setelah perut diisi, kami dibagi jadi lima kelompok secara acak, jadi gak harus sama orang-orang di satu divisi, biar makin banyak ide yang bisa mix. Pertama kami diskusi bersama masing-masing kelompok. Tiap kelompok harus membuat tiga konsep project, yaitu project mini, midi, dan maxi. Kriteria konsep ditentukan dengan tingkat kesulitan, bahan, dan budget yang bakal dikeluarin. Kalau tingkat kesulitannya sedikit, bisa termasuk konsep mini, semakin besar kesulitan dan budget nya maka termasuk konsep midi dan paling tinggi, maxi.

 

Sesi diskusi berlangsung selama 30 menit dengan serius tapi santai. Gak lupa juga diselingin dengan canda tawa dari masing-masing kelompok. Setelah 30 menit, setiap project manager yang udah ditentukan sebelumnya, satu persatu maju kedepan dan mempresentasikan konsep yang udah didiskusikan.

Macem-macem ide kreatif nan seru sudah dipresentasikan, ada yang sederhana dengan bahan seadanya, namun juga ada yang spektakuler. Jadi gak sabar ya, pengen direalisasiin. Nah, untuk mulai eksekusi project pastinya harus melewati beberapa tahap supaya konsep yang udah dipikirin lebih matang lagi dan berhasil direalisasikan dengan aman dan lancar jaya!

Apa aja tahapannya? Pertama, masing-masing grup melakukan riset referensi dan membuat sketsa semua project yang bakal dibuat. Kedua, grup mendiskusikan sketsanya ke founder Fablab. Ketiga, membuat modeling 2D/3D. keempat, grup mendiskusikan lagi ke founder. Kelima, membuat mockup atau mini design. Keenam, diskusi lagi. Nah, tahap ketujuh, kalau udah di acc dan semua detail sudah siap, baru deh dieksekusi ke bentuk aslinya.

10

Sesudah diskusi seru dan presentasi, selanjutnya sesi sharing dengan founder Fablab. Disini untuk pertama kalinya Pak Hengky ketemu dan satu persatu berkenalan secara langsung dengan volunteer baru angkatan 5. Selain memberikan motivasi, Pak Hengky juga cerita-cerita banyak tentang latar belakang beliau, dan awal mula dibentuknya Fablab. Sharing dengan founder ini sekaligus mengakhiri acara brainstorming kali ini.

Nah, itu tadi cerita brainstorming angkatan 5. Semoga semua projectnya terealisasi yaa..

 

 

Open Class FabLab Bandung, Keluarga Baru di Awal Tahun

Posted on Updated on

Hi Fabbers! Mengawali tahun 2017 ini, kami kedatangan beberapa volunteer baru angkatan 5 yang sudah melewati seleksi gelombang pertama. Dan hari Jum’at tanggal 13 Januari kemarin kami sudah mengadakan Open Class bagi para volunteer baru. Apa sih Open Class itu?

Jadi, Open Class adalah pembekalan yang dikhususkan untuk volunteer baru. Sebagai volunteer, pastinya kita harus tahu dong seluk-beluk FabLab dan mau ngapain aja di FabLab. Jangan sampe, blank dan gatahu apa-apa pas  ditanya tentang FabLab. Loh, katanya volunteer FabLab, kok gak tahu apa itu FabLab? Ya, gak? Selain itu, ada juga pemaparan tentang ke-volunteer-an, apa sih volunteer, apa tugas dan esensi dari volunteer, dan kenapa mau jadi volunteer. Karena ternyata banyak banget manfaat yang didapat dengan kita jadi volunteer, disamping sekedar mengisi waktu luang.

 

Ngapain aja sih detail nya?

Open Class dimulai sekitar jam 16.00. Walaupun gak semua volunteer gelombang 1 dateng, tapi Open Class tetep berlangsung karena banyak juga yang udah hadir. Awalnya, dibuka oleh Kak Al selaku manager FabLab Bandung. Kak Al memberikan sedikit sambutan ucapan selamat datang pada para volunteer baru, dan menjelaskan sedikit tentang acara Open Class ini. Kak Al juga memperkenalkan beberapa koordinator volunteer dan volunteer lama yang akan membawakan materi.

Setelah sambutan dari Kak Al, dilanjutkan dengan presentasi tentang FabLab Global oleh Dhita, volunteer angkatan 3. Dhita menyampaikan, seputar FabLab Global, apa dan bagaimana sih latar belakang yang membuat Neil Gershenfeld memutuskan mendirikan FabLab, yang merupakan Laboratorium Fabrikasi Digital dengan konsep open design dan open access bagi siapapun. Dibuka dengan video profil dari FabLab Berlin, selebihnya Dhita menjelaskan apa saja yang dapat dilakukan di FabLab dan apa tujuan dibuatnya FabLab.

Dari awal berdirinya FabLab pertama di tahun 2005, sekarang kita tahu udah ada seribu lebih FabLab yang tersebar di seluruh dunia termasuk Indonesia. Nah kali ini Fariz, volunteer angkatan 3 yang juga Koordinator Divisi Marketing yang menyampaikan penjelasannya. Fariz memaparkan awal mula berdirinya FabLab Bandung dan mengapa dibuat di Bandung setelah sebelumnya sudah ada di Yogya dengan nama HONFabLab. Tidak dipungkiri lagi, Bandung adalah kota kreatif yang banyak terdapat komunitas kreatif didalamnya. Maka FabLab hadir dengan harapan bisa menjadi laboratorium yang dapat menyalurkan gagasan-gagasan kreatif warganya. Tapi gak cuma komunitas kreatif aja yang bisa berkreasi di FabLab, namun siapa aja dengan latar belakang apa aja bisa banget kok bikin sesuatu di FabLab.

Lanjut lagi, setelah Fariz dengan penjelasannya tentang FabLab Bandung, sekarang giliran Teh Ambar selaku HR yang pernah magang di FabLab, memberikan pengarahan tentang tugas dan fungsi volunteer di FabLab Bandung. Ada empat divisi volunteer di FabLab Bandung, antara lain: Divisi Program & Event, Operasional, Marketing, dan Divisi Multimedia & Dokumentasi. Kesemua divisi itu dijelasin satu-satu sama Teh Ambar, apa tugas dan fungsinya, kekurangan dan kelebihannya, juga kendala-kendala apa yang biasa dialami volunteer di masing-masing divisi.

p1133394

Last but not least, Kak Al juga memberikan pembekalan tentang ke-volunteer-an berkaitan dengan apa itu volunteer, apa esensinya dan kenapa kita disarankan terlibat di kegiatan ke-volunteer-an. Gak cuma dapat memperindah CV kita nanti, dengan menjadi volunteer, banyak banget benefit yang bisa kita terima. Sifat volunteering yang suka rela, bukan berarti kita sama sekali gak akan dapet apa-apa, justru bahkan sebaliknya. Jadi volunteer pastinya dapat melatih kepekaan sosial kita. Sebagai makhluk sosial kita butuh menyeimbangkan kebutuhan hidup. Selain kebutuhan fisik, juga kebutuhan psikologis. Dengan terlibat dalam kegiatan volunteer, kita diasah untuk bersimpati dan empati terhadap lingkungan sekitar. Disitulah kita akan mendapatkan pembelajaran tentang hidup yang lebih dalam. Dan gak hanya mengukur segala sesuatu dari materi (Asik!).

p1133353

Sebagai penutup, Kak Al juga memberikan motivasi kepada para volunteer baru agar bisa memberikan kontribusinya, berkolaborasi, dan berkarya bareng di FabLab Bandung. Ssssstt! Dan satu lagi yang paling penting nih, menjadi volunteer dengan title nya yang sukarela, bukan berarti kita bisa seenaknya memberikan kontribusi. Dari komitmen yang sudah kita buat, disitu kita juga bisa menilai kredibilitas dan integritas diri kita sendiri. Yang nantinya pasti berguna untuk hidup kita kedepannya, bener gak?

p1133409

Okay! sampai jumpa di FabLab Bandung dengan keluarga baru kami.

Meeting & Gathering FabLab Bandung @ Desa Malasari, Cimaung

Posted on Updated on

Bandung – Siapa sih yang nggak tahu apa itu Makrab? Makrab adalah acara yang diadakan oleh mahasiswa atau komunitas untuk mendekatkan Volunteer baru (junior) dengan Volunteer lama (senior). Walaupun pada awalnya acara ini sudah lama diusulkan oleh para Volunteer sebelumnya, tetapi pada akhirnya, acara ini dapat direalisasikan oleh Volunteer angkatan 4 yang mengusung nama “Meeting & Gathering FabLab Bandung”, dengan tema “Kebersamaan dalam Kesederhanaan”. Seperti apa sih serunya Makrab pertama kita ini?

Petualangan Makrab kami diadakan dua hari, dari hari Sabtu 10 Desember hingga Minggu 11 Desember 2016, dan berlokasi di desa Malasari, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Letaknya yang berhadapan dengan sungai Cisangkuy-Ciherang, dengan pemandangan sawah dan pegunungan yang terhampar di sekitarnya menjadi tempat yang asyik untuk mengadakan Makrab. Selain itu, berkat kerja keras dari koordinator Volunteer Program & Event, yaitu Thia, kami akhirnya mendapatkan tempat menginap yang nyaman.

Yang ikut Makrab ini nggak sedikit, lho! Ada sekitar 16 orang yang bergabung, termasuk para Volunteer lama dari angkatan 2 dan 3. Sebelum perjalanan dimulai, kami mendengarkan terlebih dahulu pengarahan dari Pak Hengky, founder FabLab Bandung yang turut mendukung acara kami. Lalu kami mulai perjalanan menggunakan dua angkot yang kami sewa.

Selama di perjalanan kita tidak terlepas dari kendala. Kami sempat terhalang macet di beberapa tempat, angkot ke-2 yang tertinggal jauh, kepanasan, dan bahkan salah mengambil rute jalan. Tapi semuanya terbayarkan ketika kami sampai kawasan desa Malasari, di mana terdapat pemandangan indah. Seperti sawah yang membentang luas, pegunungan tinggi yang terlihat dekat, dan udaranya yang sejuk.

Setelah kurang lebih dua jam perjalanan, akhirnya kami sampai di rumah tempat menginap di desa Malasari, disusul oleh Angkot kedua yang sempat tertinggal. Rumah milik keluarga Pak Asep yang disewakan ini nyaman dan cukup luas. Di depan rumah, kami bisa langsung melihat pemandangan pegunungan dan sungai yang membelah sawah yang terhampar luas.

Malam telah tiba, saatnya makan malam! Kami pun berbagi tugas untuk menyiapkan makan malam menjadi dua; yang memasak dan menyiapkan makanan di dapur serta yang menyiapkan ayam dan jagung bakar di luar rumah. Para Volunteer antusias untuk saling bergantian menyiapkan makanan. Tak perlu waktu lama, akhirnya kami bisa menyantap makan malam yang lezat bersama-sama.

Makan malam yang lezat telah disantap, tapi masih ada acara lagi! Para Volunteer memberi kejutan untuk Mas Alad, selaku Manager Fablab Bandung yang November lalu berulang tahun.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Happy Birthday Mas Al!

Di malam ini dilanjutkan dengan sesi sharing, di mana semua Volunteer saling berbagi cerita dan uneg-uneg mereka. Walaupun malam semakin larut, kebanyakan dari kami tetap bangun sambil bermain games-games kecil, ditemani Cuangki panas nan nikmat.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Keesokan harinya, di pagi yang cerah kami awali hari dengan jalan-jalan sehat menelusuri jalanan desa Malasari yang masih hijau dan tentram. Kami juga berkunjung ke tempat ketua Yayasan Darmayanti, yayasan yang mengelola SMP dan SMA Darmayanti di desa Malasari.

Mengingat waktu yang terbatas, dan masih ada kegiatan yang harus kami lakukan, kami pun kembali ke rumah untuk sarapan Nasi Goreng buatan para Volunteer. Baru setelah itu kami berangkat menjelajahi sungai Cisangkuy-Ciherang yang tak jauh dari tempat kami menginap. Main games kecil, mandi di tepi sungai, berfoto, dan kegiatan lainnya.

Menjelang siang, saatnya kembali dan bersiap-siap untuk perjalanan pulang. Kami sangat berterima kasih kepada para Volunteer; baik yang lama, nonaktif, maupun yang baru yang telah meluangkan waktunya untuk bergabung dan merealisasikan Meeting & Gathering FabLab Bandung 2016, kepada mas Alad yang telah membimbing kami selama di FabLab Bandung, kepada Pak Hengky dan Pak King selaku founder FabLab Bandung, khususnya Pak Hengky yang telah meluangkan waktunya untuk mengunjungi kami, serta kepada keluarga Pak Asep yang telah menyewakan rumahnya untuk kami singgahi.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Sampai jumpa di Meeting & Gathering berikutnya! See you next time!

Training Volunteer Angkatan 2

Posted on Updated on

Seperti yang telah dijanjikan pada artikel sebelumnya tentang salah satu tujuan raod to campus selain memperkenalkan Fablab juga memberi kesempatan pada mahasiswa-mahasiswi tuk gabung melalui jalur member dan jalur volunteer. untuk ke-volunteer-an itu sendiri meskipun sebagian yang berminat menjadi volunteer fablab  tidak semua hasil road to campus, kadang datang secara langsung atas ajakan teman atau sebatas mendengar adanya fablab dan langsung mendatangi fablab untuk mengajukan diri menjadi volunteer.

Volunteeer fablab diawal diberikan pelatihan terlebih dahulu itu sebabnya kami agendakan Training Volunteer yang diadakan setelah penerimaan registrasi volunteer. training volunteer kali ini ankatan yang kedua setelah yang pertama pada januari 2015. Training volunteer kali ini kami bagi 3 gelombang yakni gelombang 1 pada hari selasa tanggal 8 september, gelombang 2 pada hari jumat tanggal 11 september dan gelombang susulan pada hari sabtu tanggal 12 september 2015. adanya pembagian waktu pelatihan training volunteer karena kami sesuaikan dengan jadwal kuliah volunteer yang tentu saja wajib diprioritaskan.

4IMG_20150908_1432026ab10

Dalam beberapa hal Ada yang menarik dari volunteer angkatan 2. pertama mereka berasal dari jurusan yang berbeda, kampus yang berbeda. ada volunteer dari desain komunikasi visual Telkom dan Maranatha, ada akutansi dari UPI dan UNPAR, jurnalis dari UIN dan fisikologi dan UNJANI.  hal menarik yang kedua adalah sebagian dari angkatan 2 ini juga tidak semuanya masih berstatus siswa tapi sudah lulus dari kemahasiswaan yang sedang memulai belajar usaha sendiri ( start up ) dan ada juga yang memang sedang bekerja paruh waktu.

112IMG_20150908_131228

Meskipun dari berbagai jurusan dan latar belakang yang berbeda, namun nampak jelas dan mudah tuk dibaca betapa riak muka dan raut ekspresi mereka begitu semangat dan antusias selama mengikuti traning volunteer yang tersusun menjadi dua sesi. sesi presentasi fablab yang membahas fablab global sebagai wawasan dan profile fablab bandung yang menjadi basic knowledge volunteer. sesi teori pengenalan mesin laser cutter yang membahasa tentang cara penggunaan, bahan yang bisa digunakan serta keamanan dalam proses penggunaanya. terakhir sesi praktek mesin laser cutter yang secara langsung melatih volunteer untuk bisa menggunakan mesin tersebut sehingga ide membuat sesuatu takan terbatasi ketidakmampuan menggunalan mesin.

IMG_20150908_141007 2 (2)004

Setelah melalui masa training, biasanya fablab bandung akan menjadwalkan pertemuan para volunteer  dengan seluruh crew fablab pada agenda discuss and brainstroming project. pada agenda tersebut volunteer akan diberi kebebasan ber-ide untuk membuat sesuatu. seluruh ide akan tampung, lau di daftar urut  sesuai prioritas dengan kemungkinan besar bisa direalisasikan berdasarkan estimasi waktu dan budget. selain itu volunteer khusunya dari divisi marketing pun akan mulai aktif di kegiatan promo fablab untuk mengajak orang-orang menjadi bagian dari fablab dengan melalui membership atau keanggotaan. untuk lebih jelas mengenai keanggotaan (membership) maupun jadwal brainstroming Project tentu saja akan dibahas pada artikel berikutnya.