Latest Event Updates

Fablab Bandung Mengudara di 90.1 FM Zora Radio

Posted on Updated on

Meskipun perkembangan media informasi semakin canggih, dari stasion televisi dengan banyak ‘chanel”  dan internet dengan beragam sosial media, namun untuk media siar informasi yang dikenal dengan Radio, belum tergantikan dan masih bisa dikatakan tetap eksis. khususnya bagi para pengendara mobil ketika terjebak macet, radio bisa menjadi teman setia yang menemani dengan aneka lagu dan sesekali diselingi celotehan lucu penyiarnya.

Radio yang kini bisa disebut sebagai media klasik, menjadi salah satu media bagi kami untuk sosialisasi tentang Fablab bandung. Radio pertama yang membantu kami menyiarkan informasi tentang fablab berada di jalan sumur bandung no 12. Yup..! kami mengudara di frekuensi 90.1 fm ZORA RADIO. “ enjoy the beat” seru penyiar bersemangat mengulang tag radio zora hingga dua kali.

Pada saat siaran di hari minggu tanggal 10 mei 2015 kemarin, fablab krew dipandu mas kevin, selaku penyiar radio zora. Mas kevin menyapa para penggemar radio zora yang mengatasnamakan diri mereka Zoners dan memperkenalkan kami krew dari fablab yang salah satunya adalah saya sendiri dan dua rekan saya pak henky dan pa king.

radio zora 2radio zora 1radio zora 3

Tidak hanya untuk fablab, secara pribadi bagi krew fablab, siaran diradio merupakan pengalaman pertama dan jika ditanya bagaimana suasana dalam radio saat siaran, jawabannya sudah pasti menyenangkan. Seru dan Menyenangkan karena tidak hanya penyiarnya yang komunikatif dengan suara yang enak didengar, para zonners pun bisa dibilang humoris ketika mengutarakan rasa penasaran tentang fablab dalam bentuk pertanyaan dengan sisipan kata-kata candaan.

Satu jam mengudara rasanya seperti beberapa menit yang asyik. Tanpa terasa fablab bandung harus pamit mundur dari gelombang 90.1 fm zora Zora radio. and…say good by to Zonners its the hardest words,…tapi para zoners tidak perlu berkecil hati karena crew fablab yakinin para zonners diujung acara, jika masih penasaran tentang Fablab, bisa kunjungi di website ; www.fablabbandung.org dan sosmed atau datang langsung ke jl kopo no 78 gusto building lt 2 dekat RS Immanuel.

Advertisements

Keanggotaan fablab gelombang pertama dan kelas perdana

Posted on Updated on

Respon para mahasiswa dan mahasiswi ITB tidak hanya pada saat fablab bandung presentasi disana, tetapi juga minat mereka untuk menjadi member fablab. Hal itu terbukti sebagian dari mereka dibeberapa hari berikutnya datang langsung ke fablab dan meregistrasikan diri untuk menjadi fabbers atau Fablab bandung members “ baru bisa dikatakan sebagian karena menurut informasi masih banyak yang berminat menjadi member tapi sayangnya pada saat itu mereka belum sempat ”.

Meja untuk pendaftaran mulai dikerumunin para calon anggota dan disela sela pendaftaran, tanya jawab tentang keanggotaan berlangsung santai diselingi senda gurau. Awal yang bagus untuk pertama kali berada di fablab karena sebetulnya fablab bandung memang ingin menciptakan ruang kerja dengan konsep smart and fun. Dari suasana yang menyenangkan biasanya ide ide kreatif lahir tanpa harus berpikir terlalu keras.

registrasib registrasi b

Usai administrasi pendaftaran, para mahasiwa dan mahasiswi yang tadinya masih calon anggota sudah mulai resmi jadi anggota fablab atau kami istilahkan sebagai Fabbers. Kemudian para fabbers duduk dikursi area kelas untuk menyimak presentasi tentang keanggotaan dan materi-materi kelas yang akan dilangsungkan diantaranya : Membership fablab, Materi dan praktek 3D printer serta Materi dan praktek Mesin laser.

Open class1a no 1.

Dikarenakan materi open class atau kelas yang diikuti fabbers menyangkut dengan mesin laser dan 3D printer yang ada di fablab untuk membuat permodelan atau prototipe, tentu saja kelas yang diberikan tidak hanya sebatas penjelasan materi tapi juga langsung kepada praktek penggunaan mesin yang bertujuan agar para member seketika itu juga melihat dengan jelas dan memahami cara kerjanya.

prkatek 3d printpraktek 3d3d print class1

Seperti halnya ; 3D printer. Para fabbers selain mendapatkan penjelasan tentang fungsi peruntukan 3D printer digunakan untuk apa saja, juga diperkenalkan nama bagian-bagian dari mesin 3d printer tersebut dan support file/software yang mengoperasikannya, cara pengoperasiannya, hingga test print berupa cincin dengan disain sederhana agar kelas 3D printer tersampaikan secara keseluruhan.

class laser dclass.aBegitupun dengan Kelas laser. Volunteer divisi program menyampaikan materi tentang mesin laser, mulai dari apa itu mesin laser, kemampuannya, media atau bahan yang bisa diproses dimesin laser sampai pada point yang tidak kalah penting yakni protokol keamanan dalam penggunaannya. protokol keamanan dikatakan tidak kalah penting karena fabber bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri maupun mesin yang digunakan agar tidak melukai pengguna ataupun mesin itu sendiri.

Barangkali terlintas sekilas pertanyaan tentang volunteer yang sempat disebutkan diatas. Maka dari itu perlu diinformasikan bahwa Fablab bandung tidak hanya dikelola oleh Crew fablab tapi juga dibantu oleh Volunteer yang dibagi ke dalam 4 divisi ( divisi Operational, Program dan event, Multimedia dokumentasi serta marketing ). Mereka sudah kami training menurut jobdesk-nya masing masing termasuk training materi dan penggunaan mesin. Sehingga pada saat kelas perdana yang diselenggarakan sabtu tanggal 25 april 2015 kemarin, volunteer menjelaskan dan mempraktekan mesin 3d printer dan mesin laser kepada para member fablab.

Volunteer operasional bisa dianggap menguasai cara kerja mesin laser karena selain training langsung oleh teknisi mesin yang sempat kami datangkan, Volunteer pun sudah beberapa kali membuat project untuk mengisi ruang fablab berupa meja dan stool sehingga dalam hal menggunakan mesin, mereka sudah terbiasa. Itu sebabnya ketika menjelaskan dan memperagakan media berupa multiplek dan acrylick yang akan dilaser, volunteer nampak tidak ada keraguan, pun ketika para member yang serba ingin tahu tak merasa cukup hanya sekedar melihat begitu saja tanpa bertanya atau mencoba.

prakter laserrrpraktek laser a

tak terasa kelas berakhir, para member, volunteer dan krew fablab sependapat untuk mengabadikan moment pendaftaran gelombang pertama sekaligus kelas perdana. Volunteer multi media dan dokumentasi tidak hanya meminta kami tersenyum tapi juga menyarankan agar lebih bebas mengekspresikan diri sendiri karena tidak ada yang lebih menyenangkan ketika bisa berada dalam ruang kerja yang dilengkapi fasilitas disertai kebebasan berekspresi khususnya dalam hal mewujudkan ide.

Phot bersamaphoto bersama

FABLAB BANDUNG GOES TO CAMPUS

Posted on Updated on

Segala sesuatu senantiasa ada yang perdana. Begitupula Fablab bandung sebagai sebuah workshop yang didirikan mengikuti rancangan fabrication laboratory yang digagas oleh Neil Gershenfield, untuk pertama kalinya merealisasikan salah satu dari beberapa program yang bakal digelar, yakni ; Program goes to campus atau Program kunjungan Ke Kampus.

Kampus pertama yang dikunjungi fablab bandung adalah kampus ITB fakultas Seni Rupa Dan Design yang berada di Jl ganesha no 10. FSRD itu sendiri adalah bidang ilmu/keahlian dalam perencanaan dan perancangan benda pakai/fungsional untuk memecahkan permasalahan yang berhubungan dengan produk benda bagi kebutuhan manusia, yang bertolak dari kenyamanan manusia sebagai pengguna dan perkembangan prinsip-prinsip industri yang melingkupinya.

Kenyamanan manusia mencakup: kenyamanan inderawi (sensing conformity); kenyamanan fisik (ergonomics), dan; kenyamanan nilai dan makna produk (product semantics). Sedangkan Prinsip-prinsip industri meliputi: teknologi (material, mekanika, elektronika, informatika, dll.); pola konsumsi dan produksi (manajemen produksi, marketing, perlindungan hukum, dll.); lingkungan binaan (ecology, urban development, dll.) dan studi kebudayaan (material culture, lifestyle, dll.) sources: http://www.fsrd.itb.ac.id/?page_id=15

Meninjau pada cakupan edukasi FSRD, tentu saja ada keselarasan dengan Visi misi fablab untuk menjalin kerja sama dengan lembaga-lembaga dan berbagai instansi, dalam hal ini khususnya dengan FSRD ITB. Karena fablab itu sendiri didirikan untuk menjadi wadah kreatifitas, inovasi dan manifestasi ide kedalam bentuk produk nyata ( real Product), dengan menyediakan area kerja yang dilengkapi mesin-mesin berteknologi terbaru, beserta peralatan-peralatan dasar lainnya.

Pengenalan tentang Fablab bandung di FSRD ITB, diawali dengan penyampaian sekilas tentang fablab yang pertama kali berdiri di Negeri Paman Sam. kemudian dilanjutkan dengan beberapa fablab di berbagai negara. Historikal fablab tersebut disampaikan oleh Bapak Henky selaku Onwer dari Gusto Sign yang saat ini sebagai Sponsor utama sekaligus yang menjadi Founder fablab bandung itu sendiri. Informasi tentang fablab yang beliau sampaikan selain menyampaikan gambaran global tentang fablab, juga menitik beratkan pada blueprint konsep fablab diseluruh dunia dan butir butir yang dikenal sebagai fablab charta.

Jpeg

Setelah presentasi tentang fablab berhasil membuat mahasiswa-mahasiswi FSRD dihinggapi banyak pertanyaan, khusunya tentang bagaimana mereka bisa mewujudkan ide ide kreatifitas-nya di fablab bandung. Giliran saya menyampaikan prosuderal standar yang harus dilalui, diantaranya :

  1. Para mahasiswa atau siapapun dapat mewujudkan ide design kreatif dalam bentuk permodelan atau prototipe di fablab bisa terlebih dahulu mendaftarkan diri menjadi member. Tentang ke-anggota-an (membership) secara detail bisa dilihat pada poster membership yang diposting di facebook fablab bandung https://www.facebook.com/fablabbandung?ref=tn_tnmn maupun di twitter fablab . https://twitter.com/fablabbdg
  2. Para member yang terdaftar diwajibkan mengikuti kelas sesuai dengan mesin yang akan digunakan. Semisal ; member yang hendak menggunakan mesin laser wajib kelas mesin laser. Dikelas tersebut member diberikan materi tentang mesin, cara dan praktek penggunaanya demi kemudahan dan keamanan.

Jpeg

Semua sudah tersampaikan pada presentasi, tapi seperti biasa, ketertarikan mengetahui lebih jauh dan pertanyaan-pertanyaan tentang fablab bandung, lebih banyak ditanyakan pada saat presentasi sudah selesai. Tentu saja karena suasana santai lebih mudah untuk berbincang-bincang dibanding pada saat kelas berlangsung.

Jpeg Jpeg

Apabila dirasa kurang lengkap, maka Sekedar mengajak bahwa informasi tentang fablab akan jauh lebih jelas, jika meyempatkan diri untuk bisa langsung datang ke fablab bandung yang beralamat di Jl kopo “ dekat RS Immanuel” no 78 /Gusto Building lt 2, atau bisa menghubungi terlebih dahulu melalui no : 0828-1903-5984 / 0838-2750-5735.

Bila diperkenankan sedikit ber-optimis, bahwa keingintahuan tentang fablab tidak hanya akan lebih jelas, tetapi juga akan lebih menarik ketika meregistrasi-kan diri menjadi fabber atau fablab member. Dengan maksud, agar lebih leluasa dalam mengakses fasilitas kreatifitas fablab dan bisa mulai bereksperimen di sebuah tempat para kreator dan inovator membuat hampir segalanya.

Sebuah Tempat Belajar Bagaimana Membuat Hampir Segalanya.

Posted on

FabLab Bandung adalah laboratorium yang mengikuti rancangan jaringan lab dari Fabrication Laboratory, pertama kali diteliti oleh Neil Gershenfeld dari Center for Bits and Atom, Massachusetts Institute of Technology (MIT) pada tahun 2001. Dimulai sejak 2005, saat ini (2014) jumlah FabLab sudah berkembang hingga mencapai 250 lab di seluruh dunia. FabLab merupakan fabrikasi digital yang memiliki beberapa mesin dan alat bantu lain yang dibutuhkan untuk membuat desain, pe-model-an, prototyping, mockup, dll. Moto FabLab adalah how to make almost anything yang artinya ; di FabLab kita dapat belajar untuk membuat hampir segalanya.[1]

Selain itu FabLab juga menerapkan konsep Open Access dan Open Design pada seluruh kegiatan dan produk yang dibuat di FabLab. Konsep Open Design bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk dapat mengakses teknologi. Konsep Open Design memberikan kesempatan bagi komunitas FabLab untuk membantu mengembangkan disain produk.

Konsep Open Design ini mendorong orang-orang yang tergabung di seluruh jaringan FabLab untuk mendokumentasikan langkah-langkah proses produksi dan saling berbagi serta membantu antar sesama pengguna FabLab di seluruh dunia. Dengan demikian tercipta situasi yang kondusif dimana sesama anggota di dalam sebuah jaringan global, dapat mempelajari sekaligus mengembangkan desain yang dibuat oleh anggota lainnya.

FabLab sebagai laboratorium, berfungsi untuk membuat prototype teknis untuk memacu inovasi dan penemuan, sekaligus memberikan stimulus bagi kewirausahaan lokal. FabLab juga berfungsi sebagai laboratorium untuk belajar, tempat untuk bermain, membentuk lingkungan yang mendorong pengembangan desain, dan menciptakan situasi yang tepat untuk mempelajari bagaimana membuat hampir segalanya di FabLab.

FabLab memiliki satu atau lebih model bisnis:

  1. Enabler Business Model; membantu mendirikan Lab baru atau menyediakan maintenance, supply chain, dan jasa lainnya bagi Lab yang sudah berdiri.
  2. Education Business Model; model edukasi melalui FabLab (bersama dengan Fab Academy) dimana para ahli dalam bidang tertentu dari seluruh dunia dapat memberikan training dari FabLab lokal atau bahkan universitas/perusahaan melalui FabLab video conferencing network. Selain itu P2P learning antar sesama pengguna juga merupakan bagian dari model bisnis ini.
  3. Incubator Business Model; menyediakan infrastruktur bagi entrepreneurs untuk mengubah kreasi di FabLab menjadi bisnis yang berkelanjutan. Incubator menyediakan infrastruktur back-office, promosi dan marketing, modal awal serta mengungkit jaringan FabLab dan infrastruktur lainnya untuk membantu agar entrepreneur dapat fokus pada area keahliannya masing-masing.
  4. Replicated/Network Business Model; menyediakan produk maupun jasa atau kurikulum yang diperasikan dengan cara memanfaatkan infrastruktur, staff dan pengalaman FabLab lokal Kesempatan tersebut dapat diduplikasi, dijual dan dilakukan pada FabLab lokal lainnya, dan menghasilkan pemasukan yang berkesinambungan pada setiap lokasi. Daya ungkit seluruh lab yang tergabung didalamnya secara terus menerus akan mempromosikan dan mencapai lebih banyak bisnis, sehingga menciptakan kekuatan dan pencapaian brand yang lebih tinggi.[2]

Melihat program lab yang terhubung dengan jaringan global ini membuat kami memiliki motivasi untuk dapat mendirikan FabLab Bandung, dimana nantinya FabLab ini akan menjadi wadah yang dapat menampung dan mengembangkan kreativitas komunitas-komunitas dari beragam latar belakang, dan masyarakat umum secara luas. Menjadikan FabLab Bandung sebagai sebuah laboratorium yang dapat memberikan akses bagi masyarakat terhadap teknologi produksi.